Pencarian

Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Longsor, Proses Evakuasi 9 Jam Berakhir Dini Hari

Selasa, 04 Agustus 2026 • 15:02:31 WIB
Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Longsor, Proses Evakuasi 9 Jam Berakhir Dini Hari
Dua penggali sumur di Trenggalek tewas tertimbun longsor setelah dinding sumur sedalam 20 meter ambrol saat bekerja.

KALIMANTAN TENGAH — Korban meninggal dunia setelah dinding sumur sedalam 20 meter ambrol saat keduanya tengah bekerja memperdalam lubang pada kedalaman sekitar 13 meter. Material tanah bercampur bebatuan langsung menimpa keduanya tanpa sempat menyelamatkan diri.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Bayu Prasetyo menyatakan, longsor terjadi secara tiba-tiba ketika kedua korban sedang fokus melakukan penggalian. "Kedua korban sedang memperdalam sumur ketika terjadi longsor," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Identitas Korban dan Kronologi Kejadian di Lokasi

Kedua korban diketahui bernama Jumiyo dan Nur Rohman, keduanya warga Desa Besuki. Mereka mendapat pekerjaan untuk menambah kedalaman sumur milik seorang warga bernama Bibit pada hari kejadian.

Awalnya proses penggalian berjalan lancar tanpa tanda-tanda bahaya. Namun, kondisi tanah yang labil di sekitar lubang sumur menyebabkan dinding tiba-tiba ambrol, menjeburkan material dalam jumlah besar ke dasar lubang tempat korban bekerja.

Tantangan Evakuasi di Medan Sempit dan Kedalaman 20 Meter

Evakuasi yang berlangsung sekitar sembilan jam menghadapi kendala klasik dalam operasi penyelamatan di sumur: ruang gerak yang sangat terbatas. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan harus bekerja ekstra hati-hati untuk menjangkau posisi korban di kedalaman lebih dari sepuluh meter.

Material longsor berupa tanah liat bercampur batu berukuran besar memperlambat proses pengangkatan puing. Petugas juga harus mengantisipasi potensi longsor susulan yang bisa membahayakan tim penyelamat yang bergantian turun ke dalam sumur.

Operasi baru dinyatakan selesai setelah kedua korban berhasil diangkat ke permukaan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Tidak ada laporan mengenai korban lain dalam insiden tersebut.

Risiko Pekerjaan Informal dan Minimnya Standar Keselamatan

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko pekerjaan informal sektor konstruksi sederhana yang umumnya beroperasi tanpa prosedur keselamatan memadai. Pekerjaan penggalian sumur manual di daerah perbukitan seperti Trenggalek selatan kerap mengabaikan potensi pergerakan tanah, terutama pada musim hujan ketika struktur tanah menjadi lebih labil.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa maupun Dinas Tenaga Kerja setempat mengenai langkah antisipasi atau pendampingan terhadap pekerjaan serupa di wilayah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi telah selesai dan lokasi kejadian dalam pengawasan warga sekitar untuk mencegah warga lain mendekati area yang rawan longsor susulan.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks