PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran tidak hanya memantau dari kejauhan. Dalam giat lapangan tersebut, ia bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan naik ke atas truk tangki dan mengarahkan langsung penyemprotan air ke area yang masih terbakar. Aksi itu menjadi bentuk dukungan moral bagi personel gabungan yang bertugas memadamkan api di lokasi.
Kehadiran gubernur di titik kebakaran itu juga didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining, serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Ahmad Toyib.
Instruksi Tegas Gubernur ke Seluruh Instansi
Di tengah kondisi asap dan api yang masih membara, Agustiar Sabran menyampaikan instruksi tegasnya. Ia meminta seluruh instansi terkait tidak lengah dan terus meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan.
"Penanganan karhutla memerlukan kerja sama seluruh pihak. Kami minta seluruh instansi terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat patroli, serta mempercepat penanganan setiap titik api agar kebakaran tidak meluas," tegasnya dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya.
Menurutnya, patroli darat harus diperketat dan setiap titik api yang terdeteksi wajib segera ditindaklanjuti. Kecepatan respons menjadi kunci agar kobaran api tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Personel Gabungan Disiagakan di Lokasi Rawan Titik Api
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining menambahkan, personel gabungan saat ini terus disiagakan untuk melakukan patroli darat maupun pemadaman. Fokus pengawasan diarahkan ke lokasi-lokasi yang terdeteksi memiliki titik api.
"Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif," jelas Agustan.
Langkah ini diambil mengingat karhutla kerap menjadi persoalan tahunan di Kalimantan Tengah. Kabut asap yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu kesehatan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan dan transportasi darat.
Imbauan Tegas untuk Masyarakat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut menjadi penyebab utama munculnya titik api di sejumlah wilayah.
Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan lebih dini. Pelaporan cepat dinilai mampu memangkas waktu respons tim pemadam di lapangan.
Keterlibatan langsung gubernur dalam pemadaman ini diharapkan menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten dan kota di Kalteng untuk lebih sigap dalam menangani karhutla di wilayah masing-masing.