PALANGKA RAYA — Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah mengerahkan tim pemadam darat untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di dua lokasi berbeda secara bersamaan. Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining, menyampaikan bahwa laporan pertama diterima Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) melalui pesan WhatsApp warga sekitar pukul 15.12 WIB.
Personel yang tiba di lokasi langsung menghadapi api yang merambat cepat di lahan berjenis tanah berpasir yang ditumbuhi semak belukar, pakis-pakisan, dan tanaman menjalar. Kondisi vegetasi yang kering tersebut membuat proses pembakaran berlangsung lebih agresif dibandingkan area lahan gambut pada umumnya.
Pemadaman Berlangsung 41 Menit di Lahan Seluas 0,03 Hektare
Dengan menerjunkan satu unit mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter, tim yang berkolaborasi dengan BPBD Kalteng berhasil menjinakkan api dalam waktu relatif singkat. Perlengkapan seperti Y connector, lima roll selang tembak, dan nozzle spray digunakan untuk membatasi penjalaran api agar tidak meluas ke permukiman warga.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 15.53 WIB. Meski api telah padam, petugas masih menemukan kepulan asap yang berasal dari lapisan gambut di bawah permukaan. Tahap pendinginan kemudian dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Regu Kedua Dikerahkan ke Jalan Trans Palangka Raya-Buntok
Di waktu yang hampir bersamaan, Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng juga mengerahkan satu regu ke Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Trans Palangka Raya-Buntok, jalur utama yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan kabupaten di bagian selatan.
Satu unit mobil tangki PTO berkapasitas 4.000 liter dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi tersebut. "Petugas langsung melakukan pemadaman setelah mendapatkan informasi adanya karhutla di wilayah tersebut," jelas Agustan Saining kepada Antara.
Gubernur Minta Warga Aktif Laporkan Titik Api
Agustiar Sabran menginstruksikan jajarannya untuk mengutamakan respons cepat setiap kali menerima laporan dari masyarakat. Menurutnya, pencegahan kebakaran yang meluas sangat bergantung pada kecepatan mobilisasi tim di lapangan sejak titik api pertama kali terdeteksi.
Agustan Saining menambahkan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Laporan dapat disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah disediakan Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng. Dengan keterlibatan aktif warga, diharapkan potensi kebakaran yang lebih luas dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas penerbangan.