Pencarian

Yamaha Jajal Ketangguhan Lini Maxi di Rute Sampit-Pangkalan Bun, Tempuh 240 Km Sambil Promosikan Wisata Kalteng

Sabtu, 18 Juli 2026 • 11:43:31 WIB
Yamaha Jajal Ketangguhan Lini Maxi di Rute Sampit-Pangkalan Bun, Tempuh 240 Km Sambil Promosikan Wisata Kalteng
Rombongan peserta Maxi Tour Boemi Nusantara berfoto di Bundaran Perdamaian, Sampit, sebelum memulai perjalanan sejauh 240 kilometer menuju Pangkalan Bun.

PALANGKA RAYA — Sebanyak puluhan peserta yang terdiri dari jurnalis, blogger, vlogger, dan komunitas Maxi Yamaha Owner (MMO) memulai perjalanan dari Kota Sampit pada pukul 10.00 WIB. Sebelum meninggalkan kota, rombongan singgah di Bundaran Perdamaian, lalu menyusuri Jalan Jenderal Sudirman yang dikelilingi hamparan perkebunan kelapa sawit.

Cuaca panas sepanjang perjalanan membuat rombongan beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Sekitar pukul 13.00 WIB, peserta berhenti di Kecamatan Pangkalan Banteng untuk mengisi bahan bakar dan makan siang. Perjalanan kembali dilanjutkan setelah hampir dua jam beristirahat, dan tiba di gerbang Kota Pangkalan Bun sekitar pukul 16.00 WIB.

Rute 240 Kilometer Jadi Uji Ketahanan Skutik Premium

Public Relation Supervisor Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Adianto Pangaribuan mengatakan etape Sampit–Pangkalan Bun menjadi salah satu rute yang menguji kemampuan pengendara maupun performa kendaraan. Dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam, lini Maxi benar-benar menunjukkan keandalannya.

"Meski kondisi jalan di beberapa titik bergelombang, motor tetap nyaman dikendarai. Artinya, durabilitasnya benar-benar terbukti," ujar Adianto dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya.

Menurutnya, Yamaha ingin menegaskan lini Maxi yang telah hadir lebih dari satu dekade tetap menjadi pilihan konsumen karena menawarkan kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh. Fitur Turbo yang kini tersedia pada NMAX dan Aerox terbaru disebut memberi tambahan tenaga saat melintasi tanjakan maupun mendahului kendaraan lain.

Mengunjungi Cagar Budaya Hingga Pesta Durian

Setibanya di Pangkalan Bun, rombongan diajak berkeliling kota dan mengunjungi Istana Pangeran Mangkubumi atau Astana Mangkubumi. Bangunan yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1850 itu merupakan bekas kediaman Pangeran Adipati Mangkubumi dengan arsitektur rumah panggung berbahan kayu ulin.

Menjelang senja, peserta menikmati suasana tepian Sungai Arut sambil bersantap sore. Kawasan Tepi Arut dikenal sebagai lokasi favorit wisatawan untuk menikmati matahari terbenam. Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan pesta durian bersama sebelum peserta beristirahat di Brits Hotel Pangkalan Bun.

Hari Kedua Lanjut ke Taman Nasional Tanjung Puting

Chief Yamaha Area Kalimantan Faris mengatakan melalui Maxi Tour Boemi Nusantara, Yamaha ingin memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kalimantan kepada masyarakat luas. "Kami ingin menunjukkan Kalimantan itu luas, indah dan memiliki kekayaan budaya serta destinasi wisata yang luar biasa," tuturnya.

Supervisor Promosi Yamaha Area Kalselteng Andi Rachman menambahkan rangkaian kegiatan masih berlanjut pada hari kedua. "Hari pertama kami mengeksplorasi perjalanan dari Sampit ke Pangkalan Bun dan mengunjungi sejumlah ikon wisata kota. Hari kedua peserta akan melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting," katanya.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks