KALIMANTAN TENGAH — Writers Guild of America East dan Writers Guild of America West bergabung mengajukan gugatan antitrust untuk memblokir akuisisi Paramount-Skydance atas Warner Bros. Discovery. Dalam dokumen gugatan, mereka menyebut kesepakatan itu tidak hanya melanggar hukum persaingan usaha AS, tetapi juga menimbulkan kerugian spesifik bagi profesi penulis.
Kekhawatiran Utama: Upah dan Lapangan Kerja Penulis
Gugatan tersebut menyoroti dampak langsung merger terhadap pekerja kreatif. Serikat penulis mengklaim bahwa “the merged Paramount-Warner Bros. entity would have both the incentive and the ability to lower costs by suppressing writers' wages and reducing output.” Mereka memperingatkan bahwa penulis akan dibayar lebih rendah dan memiliki lebih sedikit kesempatan kerja.
Lebih jauh, gugatan itu juga menyebutkan bahwa berkurangnya kompetisi bisa membuat studio-studio yang tersisa “converging on the lowest-risk projects” alih-alih berinvestasi pada ide orisinal dan suara-suara kreatif baru. Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Serikat penulis merujuk pada merger Warner Bros.-Discovery pada 2022 dan merger Paramount-Skydance pada 2025 sebagai bukti bahwa transaksi serupa kerap diikuti PHK dan pemangkasan biaya.
Gelombang Gugatan Sebelum Keputusan Final
Gugatan WGA ini datang hanya sehari setelah 12 jaksa agung negara bagian AS mengajukan kasus antitrust terpisah untuk mencegah merger yang sama. Paramount sendiri sebelumnya telah mendapatkan persetujuan untuk kesepakatan senilai 110 miliar dolar AS pada Juni lalu. Proses akuisisi itu berlangsung alot dan agresif selama beberapa bulan, termasuk saat Paramount menangkis tawaran awal dari Netflix yang ingin membeli sebagian bisnis Warner Bros. Discovery.
Dengan dua gugatan hukum yang kini berjalan, masa depan merger yang akan menggabungkan dua raksasa hiburan ini masih belum pasti. Keputusan pengadilan akan menentukan apakah satu keluarga miliarder benar-benar akan mengendalikan sepertiga industri media hiburan AS.