Pencarian

Beats Headphone Masih Punya 3 Kelemahan Utama di 2026, Simak Sebelum Beli

Selasa, 11 Agustus 2026 • 00:16:31 WIB
Beats Headphone Masih Punya 3 Kelemahan Utama di 2026, Simak Sebelum Beli
Headphone Beats dipajang dalam etalase toko di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

KALIMANTAN TENGAH — Beats Electronics, di bawah naungan Apple, memang berhasil membangun citra headphone yang identik dengan gaya hidup urban dan musik pop. Namun, di balik desainnya yang ikonik, para reviewer audio masih sering berselisih pendapat soal kualitas suaranya. Perjalanan Beats dari masa awal yang identik dengan bass berlebihan memang sudah membaik, tetapi sejumlah kekurangan mendasar tetap melekat dan layak menjadi pertimbangan sebelum kamu mengeluarkan uang.

Mengapa Suara Beats Masih Jadi Perdebatan?

Masalah utama yang paling sering disorot adalah karakter suara yang tidak netral. Meski sudah tidak seekstrem generasi pertama, tuning Beats masih cenderung menonjolkan frekuensi bass. Akibatnya, detail vokal dan instrumen di frekuensi menengah bisa tertutup, membuat genre seperti akustik, jazz, atau orkestra terdengar kurang hidup.

Bagi pendengar awam, suara yang "nendang" mungkin terdengar menyenangkan. Namun, bagi pengguna yang terbiasa dengan monitor studio atau headphone audiophile di rentang harga yang sama, kekurangan ini langsung terasa. Presisi dan panggung suara (soundstage) yang dihasilkan seringkali tidak sebanding dengan banderol harganya.

Harga Premium vs Fitur yang Tertinggal

Kritik kedua datang dari sisi nilai. Hampir semua lini produk Beats, dari seri Studio hingga Fit Pro, dibanderol dengan harga premium. Masalahnya, di kelas harga tersebut, kompetitor seperti Sony, Sennheiser, atau bahkan produk internal Apple sendiri (AirPods Pro) sudah menawarkan teknologi peredam bising (ANC) yang lebih agresif, codec audio resolusi tinggi, dan opsi kustomisasi EQ yang lebih mendalam.

Beats memang unggul dalam integrasi mulus dengan ekosistem Apple berkat chip W1 atau H1. Namun, pengguna Android akan kehilangan sebagian besar fitur tersebut. Fitur seperti pemindaian telinga untuk audio spasial atau perpindahan perangkat otomatis tidak akan berfungsi optimal di luar ekosistem Apple, sebuah batasan yang bisa terasa janggal di harga segitu.

Daya Tahan dan Kenyamanan: Catatan untuk Pemakaian Harian

Kekurangan ketiga yang sering dikeluhkan adalah kualitas build dan kenyamanan untuk pemakaian jangka panjang. Material plastik glossy yang dipakai di beberapa model terbukti rawan baret dan menjadi magnet sidik jari. Untuk headphone over-ear seperti seri Studio, tekanan pada bagian atas kepala (headband) dan bantalan telinga kerap dikeluhkan terasa panas dan sesak setelah dipakai lebih dari satu jam.

Dari sisi baterai, meski klaim resmi mencapai 24 jam dengan ANC aktif, performa tersebut dianggap standar, bukan luar biasa. Beberapa model terbaru juga sudah meninggalkan port pengisian Lightning menuju USB-C, tetapi kecepatan pengisiannya tidak secepat kompetitor yang menawarkan pengisian 10 menit untuk 5 jam pemutaran.

Kesimpulan: Untuk Siapa Beats Masih Layak?

Keputusan membeli Beats pada akhirnya kembali pada prioritas. Jika penampilan, branding, dan kemudahan koneksi dengan iPhone adalah faktor utama, Beats tetap menjadi pilihan sah. Namun, jika prioritasmu adalah akurasi suara, fitur lengkap, dan nilai investasi jangka panjang, ada baiknya membandingkan langsung dengan produk Sony WH-1000XM5 atau Sennheiser Momentum 4 yang lebih dulu matang di segmen ini. Pasar Indonesia sendiri punya banyak opsi distributor resmi yang menawarkan garansi, jadi pastikan kamu memilih kanal pembelian yang tepat.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bgr.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks