Pencarian

Review Oukitel WP68 Air: HP Tangguh dengan Kamera 64 MP, tapi Kinerja dan Baterai Kurang Maksimal

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:14:35 WIB
Review Oukitel WP68 Air: HP Tangguh dengan Kamera 64 MP, tapi Kinerja dan Baterai Kurang Maksimal
Oukitel WP68 Air hadir dengan desain kokoh dan kamera utama 64 MP.

KALIMANTAN TENGAH — Oukitel kembali meramaikan pasar HP rugged dengan merilis WP68 Air, varian paling terjangkau dari keluarga WP68. Berbeda dengan saudaranya, WP68 Pro, yang mengusung desain ramping ala cyber, WP68 Air tampil lebih sederhana namun tetap kokoh. Perangkat ini dibanderol dengan harga USD 419,99 (sekitar Rp 6,9 juta) dan sudah tersedia secara langsung di situs resmi Oukitel, meski untuk saat ini stok untuk pasar Inggris dikabarkan kosong.

Spesifikasi Utama

  • Prosesor: MediaTek Dimensity 7025 (6nm, octa-core 2.5GHz)
  • GPU: IMG BXM-8-256
  • RAM & Penyimpanan: 12 GB LPDDR5x + 512 GB UFS 3.1
  • Layar: 6,88 inci IPS HD+ (720 x 1640 piksel), 120 Hz, 450 nit
  • Baterai: 8.000 mAh, pengisian cepat 45W
  • Kamera Belakang: 64 MP (utama, OmniVision OV64B) + 8 MP (night vision) + 2 MP (makro)
  • Kamera Depan: 32 MP (Sony IMX616)
  • Sistem Operasi: Android 16
  • Sertifikasi: IP68/IP69K, MIL-STD-810H
  • Berat: 314 gram (328 gram dengan bumper)
  • Dimensi: 178,4 x 83,2 x 11,9 mm

Desain: Ergonomis Tapi Ada Bumper Bermasalah

Salah satu nilai jual utama WP68 Air adalah desainnya yang tidak terlalu "kasar". Oukitel berhasil membuatnya tampil seperti ponsel biasa berukuran besar, dengan bingkai diperkuat dan panel belakang bertekstur. Tersedia dalam tiga pilihan warna: oranye, hitam, dan hijau.

Namun, ada satu keputusan desain yang patut dipertanyakan: penggunaan bumper plastik keras. Berbeda dengan bumper silikon yang bisa meredam benturan, bumper keras ini justru meneruskan energi benturan ke bodi ponsel. Lebih parahnya lagi, bumper ini harus dilepas untuk mengakses slot SIM, dan proses melepasnya sangat sulit. "Saya perkirakan beberapa orang pasti akan merusak bumper mereka saat mencoba melepasnya," tulis reviewer Mark Pickavance.

HP ini juga tidak mendukung pengisian daya nirkabel (wireless charging), sebuah fitur yang cukup langka di segmen rugged.

Kinerja: Chipset Usang Jadi Batu Sandungan

Oukitel membekali WP68 Air dengan MediaTek Dimensity 7025, chipset 6nm yang dirilis pada 2022. Dalam pengujian benchmark, performanya tertinggal jauh dari kompetitor sekelas. Skor Geekbench 6 single-core mencapai 915 dan multi-core 2.173. Namun, kelemahan paling kentara ada pada GPU IMG BXM-8-256 yang tidak mendukung penuh OpenGL dan Vulkan, membuat ponsel ini tidak cocok untuk gamer berat atau pengguna VR.

Hasil benchmark 3DMark Wildlife menunjukkan skor hanya 1.373, sementara Oukitel WP210 yang menggunakan chip Dimensity 8200 mampu meraih 6.023 poin. Perbedaan ini sangat signifikan dan akan terasa langsung saat menjalankan aplikasi berat.

Kamera: Sensor Bagus, Tapi Terkungkung Chipset

Kamera utama 64 MP OmniVision OV64B sebenarnya mampu menghasilkan foto siang hari yang baik berkat teknologi pixel-binning. Kamera night vision 8 MP juga terbilang oke, meski jarak jangkau infra merahnya terbatas sekitar 4-5 meter. Sayangnya, kamera makro 2 MP dengan fokus tetap sangat sulit digunakan dan hasilnya kurang memuaskan.

Masalah terbesar justru ada pada perekaman video. Chipset Dimensity 7025 hanya mendukung perekaman maksimal 1440p pada 30 fps, meskipun sensor kameranya sendiri mampu merekam 4K. Ini adalah pembatasan yang disayangkan. Ditambah lagi, ponsel ini tidak mendukung enkripsi Widevine L1, sehingga layanan streaming seperti Netflix hanya akan memutar konten dalam resolusi 480p.

Baterai: Cukup untuk Sehari, tapi Kalah Saing

Dengan baterai 8.000 mAh, WP68 Air menawarkan daya tahan yang lebih baik dari ponsel biasa, tetapi masih di bawah rata-rata ponsel rugged yang biasanya memiliki baterai 10.000 mAh ke atas. Dalam uji PCMark Work 3.0, ponsel ini bertahan selama 19 jam 58 menit. Sebagai perbandingan, Oukitel WP210 dengan baterai 8.800 mAh mampu bertahan 22 jam 44 menit.

Pengisian daya 45W yang disertakan terbilang cukup cepat, namun ponsel ini tidak mendukung fitur reverse charging seperti yang dimiliki kompetitornya.

Kesimpulan: Ada Pilihan yang Lebih Baik dari Brand yang Sama

Oukitel WP68 Air bukanlah ponsel yang buruk. Dengan RAM 12 GB, penyimpanan 512 GB, dan sertifikasi IP68/IP69K, ia menawarkan paket yang menarik untuk pengguna yang membutuhkan ponsel tangguh sebagai daily driver. Namun, masalah utamanya adalah harga.

Di pasaran, Oukitel WP210 hanya lebih mahal sekitar USD 30 (sekitar Rp 500 ribu) dari WP68 Air. Dengan selisih harga yang tipis, WP210 menawarkan chipset Dimensity 8200 yang jauh lebih bertenaga, layar AMOLED, kamera 108 MP, baterai lebih besar, dan dukungan reverse charging. "Saya rasa Oukitel terlalu banyak meluncurkan ponsel, sehingga mereka sendiri tidak menyadari adanya tumpang tindih yang jelas di jajarannya," tulis Pickavance.

Kesimpulan: WP68 Air layak dibeli jika Anda benar-benar mengutamakan desain yang lebih ramping dan tidak membutuhkan performa gaming atau perekaman video 4K. Namun, jika dana memungkinkan, sangat disarankan untuk memilih Oukitel WP210 yang menawarkan nilai lebih baik di hampir semua aspek.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks