PANGKALAN BUN — Penyemaian garam dilakukan pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki. Area sasaran berada pada radial 270-090 derajat dengan jarak 20-50 nautical mile (nm) dari titik lepas landas. Penentuan area mempertimbangkan kondisi atmosfer dan kebutuhan operasi di lapangan.
Misi tersebut melibatkan sejumlah personel dengan pembagian tugas berbeda. Capt Akbar bertugas sebagai pilot atau PIC dan Gusti sebagai First Officer (FO). Keduanya didukung EOB Agus, Flight Scientist Jihan, serta personel penabur Ali dan Andika.
Penerbangan Berlangsung Aman Tanpa Kendala
Danlanud Iskandar sekaligus Dansatgasud Karhutla Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto menyatakan pelaksanaan OMC di Kobar dan Seruyan berjalan lancar. Seluruh rangkaian penerbangan dan penyemaian 800 kilogram NaCl dilaporkan aman tanpa kendala.
"Hasil OMC, Alhamdulillah hari ini hujan di beberapa lokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Nugroho dalam laporan yang diterima awak media, Selasa (29/9/2026).
Hujan Belum Bisa Dipastikan Akibat Penyemaian Garam
Turunnya hujan menjadi perkembangan yang dilaporkan setelah pelaksanaan OMC. Meski demikian, hujan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat penyemaian NaCl. Pembentukan hujan dipengaruhi berbagai faktor atmosfer yang saling berkaitan.
Hubungan langsung antara penyemaian dalam misi OMC dan hujan yang turun di sejumlah lokasi masih perlu dilihat berdasarkan analisis kondisi atmosfer. OMC di Kobar dan Seruyan sendiri merupakan bagian dari dukungan operasi di wilayah Kalimantan Tengah.
Rangkaian Penerbangan dari Pangkalan Bun
Pesawat Cessna 208 Caravan PK-YNA lepas landas dari Pangkalan Bun menuju wilayah sasaran penyemaian. Setelah mencapai area yang telah ditentukan dalam rencana operasi, penyemaian NaCl dilakukan pada ketinggian yang telah ditetapkan.
Pesawat kemudian kembali ke Pangkalan Bun dan mendarat pukul 17.48 WIB. Satgasud Lanud Iskandar melaporkan seluruh rangkaian penerbangan dan penyemaian berlangsung aman tanpa kendala.