Pencarian

Strategi Ekspor NEV China Berubah Total: Bukan Cuma Jual Mobil, Kini Bangun Pabrik dan Alih Teknologi ke Berbagai Negara

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 15:52:02 WIB
Strategi Ekspor NEV China Berubah Total: Bukan Cuma Jual Mobil, Kini Bangun Pabrik dan Alih Teknologi ke Berbagai Negara
Ekspor NEV China pada 2025 mencapai 2,615 juta unit, naik 103,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

GUANGZHOU — Industri kendaraan energi baru (NEV) China memasuki fase ekspansi baru. Alih-alih hanya mengandalkan ekspor unit jadi, para raksasa otomotif Negeri Tirai Bambu mulai menancapkan pengaruh melalui investasi manufaktur lokal, lisensi teknologi, dan pembangunan ekosistem industri di negara tujuan.

Langkah ini diambil di tengah melonjaknya permintaan global. Data Asosiasi Manufaktur Mobil China (CAAM) mencatat ekspor NEV sepanjang 2025 mencapai 2,615 juta unit, naik 103,7 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebanyak 1,284 juta unit. Tren itu berlanjut pada semester pertama 2026 dengan total ekspor 2,355 juta unit atau melonjak 120 persen secara tahunan.

XPENG dan GAC Genjot Penetrasi Pasar Eropa hingga Amerika Latin

XPENG mencatat pengiriman lebih dari 45 ribu kendaraan ke luar negeri sepanjang 2025, tumbuh 96 persen. Hampir separuh penjualannya diserap pasar Eropa, sementara kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah juga tumbuh signifikan. Perusahaan itu menargetkan ekspansi ke Amerika Latin mulai 2028 dengan Meksiko sebagai pintu masuk utama.

GAC Group tak mau ketinggalan. Pada semester pertama 2026, perusahaan mengekspor sekitar 121.500 unit kendaraan bermerek sendiri, meningkat 132 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Model GAC Trumpchi dan GAC HYPTEC mendapat respons positif di Timur Tengah, sedangkan di Asia Tenggara perusahaan memperkuat produksi melalui pabrik perakitan lokal.

Wakil General Manager GAC Group Chen Jiacai menyebut pasar internasional menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perusahaan. GAC menargetkan ekspor 250 ribu unit pada 2026 dan meningkat menjadi satu juta unit pada 2030 dengan jangkauan di 120 negara dan kawasan.

Lisensi Teknologi: BYD ke Toyota-Hyundai, XPENG ke Volkswagen

Perubahan paling signifikan terlihat dari strategi alih teknologi. BYD telah melisensikan platform e-Platform 3.0 kepada Toyota dan teknologi Blade Battery kepada Hyundai. Bahkan, standar pengisian daya kendaraan listrik milik BYD telah diadopsi oleh tujuh negara ASEAN sehingga mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan tersebut.

XPENG memasok sistem pengemudian otonom generasi kedua beserta cip kecerdasan buatan (AI) Turing kepada Volkswagen untuk diterapkan secara global. Teknologi tersebut terlebih dahulu diuji di China sebelum dipasarkan ke Eropa dan Asia Tenggara.

CEO sekaligus Chairman XPENG He Xiaopeng menyebut kerja sama tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kemampuan teknologi kendaraan listrik China.

Bangun Gudang Suku Cadang hingga Bergabung dengan Asosiasi Lokal

Untuk membangun kepercayaan konsumen, produsen China juga serius memperkuat layanan purnajual. GAC membangun gudang suku cadang regional di Eropa, Thailand, dan Panama yang mampu memangkas waktu perbaikan kendaraan hingga 50 persen. BYD juga mengoptimalkan fasilitas produksinya di luar negeri sebagai pusat distribusi suku cadang agar biaya perawatan lebih efisien.

Langkah lain dilakukan melalui kemitraan dengan organisasi lokal. GAC Meksiko, misalnya, bergabung dengan Asosiasi Mobilitas Listrik Meksiko (EMA) untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik dan infrastruktur transportasi rendah emisi.

Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua menilai keberhasilan ekspor NEV China tidak terlepas dari kuatnya rantai pasok domestik, efisiensi produksi, serta inovasi teknologi seperti sistem pengemudian otonom dan kabin pintar. Menurutnya, keunggulan tersebut membuat kendaraan listrik China semakin mampu memenuhi kebutuhan konsumen global sekaligus mempercepat transformasi menuju transportasi ramah lingkungan di berbagai negara.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: enewskalteng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks