KALIMANTAN TENGAH — Selama pameran berlangsung, BNI menyediakan dua skema cashback untuk pengunjung yang bertransaksi menggunakan kartu debit dan kartu kredit bank tersebut. Untuk pengguna Kartu Debit BNI, cashback Rp100.000 diberikan bagi 30 transaksi pertama dengan nilai belanja minimal Rp1 juta. Nasabah wajib melakukan registrasi menggunakan kode promo "Puspa26" sebelum bertransaksi. Sementara itu, pengguna Kartu Kredit BNI bisa menikmati cashback yang sama tanpa batasan kuota, selama periode pameran.
Ekosistem Pembayaran Digital di Tengah Pameran Batik Nasional
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa promo ini melengkapi infrastruktur pembayaran digital yang telah disiapkan di area pameran. Pihaknya memasang mesin EDC dan menyediakan opsi pembayaran QRIS di seluruh tenant perajin batik yang berpartisipasi. "Melalui solusi digital dan beragam promo yang kami hadirkan, kami berharap transaksi menjadi semakin praktis, aman, dan memberikan manfaat lebih bagi nasabah maupun para pelaku UMKM batik," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).
Puspa Nuswantara 2026 mengusung tema "Rupa Makna Tambal Nusantara" dengan tagline "Asli Batiknya, Asli Harganya, dan Asli Perajinnya." Pameran ini menjadi ajang bagi perajin batik dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperkuat posisi batik asli Indonesia di pasar domestik. Kehadiran BNI sebagai mitra pembayaran diharapkan dapat memutus rantai transaksi tunai yang selama ini mendominasi sektor UMKM kerajinan.
Strategi BNI Genjot Transaksi Digital di Sektor Kreatif
Langkah BNI ini sejalan dengan target Bank Indonesia yang mendorong digitalisasi sistem pembayaran di segmen UMKM. Sektor batik, yang menyerap jutaan tenaga kerja dan memiliki nilai ekonomi tinggi, selama ini masih didominasi transaksi tunai. Dengan menyediakan insentif langsung ke konsumen, BNI tidak hanya mendongkrak volume transaksi selama pameran, tetapi juga membiasakan pelaku UMKM dan pembeli menggunakan kanal digital.
Bagi investor, strategi ini menunjukkan upaya BNI untuk memperdalam penetrasi di segmen consumer dan UMKM, dua lini bisnis yang menjadi tulang punggung pertumbuhan laba perseroan. Semakin tinggi volume transaksi digital yang terproses, semakin besar pula pendapatan berbasis fee based income yang dapat dikumpulkan BNI dari merchant discount rate (MDR) dan biaya layanan.
Dampak Langsung bagi Pengunjung dan Perajin
Dengan skema cashback tanpa kuota untuk kartu kredit, BNI menyasar segmen pembeli dengan daya beli lebih tinggi yang biasanya berbelanja batik dalam jumlah besar, baik untuk keperluan pribadi maupun korporat. Sementara skema terbatas untuk kartu debit ditujukan untuk menarik pengunjung ritel agar beralih dari uang tunai ke kartu.
Bagi perajin batik, kehadiran infrastruktur digital ini menghilangkan risiko uang palsu dan kesalahan hitung, serta mempercepat waktu transaksi. Data transaksi yang terekam secara elektronik juga bisa menjadi bahan bagi perajin untuk mengakses pembiayaan perbankan di kemudian hari, karena bank memiliki rekam jejak arus kas yang jelas.