Pencarian

Elon Musk Paksa Insinyur Tesla Beralih ke Grok, Model AI yang Diakuinya Lebih Buruk dari Claude

Sabtu, 11 Juli 2026 • 00:05:31 WIB
Elon Musk Paksa Insinyur Tesla Beralih ke Grok, Model AI yang Diakuinya Lebih Buruk dari Claude
Elon Musk mendorong insinyur Tesla beralih ke model AI Grok meski performanya di bawah Claude.

KALIMANTAN TENGAH — Dalam memo yang dikirim Jumat pekan lalu, Musk meminta karyawan Tesla untuk menggunakan Grok "jika memungkinkan" dengan alasan biaya token yang lebih murah dibandingkan kompetitor. Kebijakan ini muncul hanya beberapa hari setelah Tesla memberlakukan batas pengeluaran mingguan sebesar USD 200 (sekitar Rp 3,2 juta) untuk penggunaan alat AI pihak ketiga—sebuah aturan yang secara khusus mengecualikan Grok milik xAI.

Empat sumber internal yang akrab dengan penggunaan AI di Tesla mengatakan bahwa para insinyur perusahaan secara luas lebih memilih Claude dari Anthropic untuk pekerjaan pengembangan sehari-hari. Grok sendiri sudah diuji dalam versi beta secara internal selama beberapa bulan, dengan tim produk xAI yang dipimpin Andrew Milich bekerja langsung bersama staf Tesla untuk menyelesaikan berbagai masalah teknis.

Skor Grok 4.5 Jauh di Bawah Pesaing di Berbagai Tolok Ukur

Musk memang mempromosikan Grok 4.5 yang dirilis Rabu lalu sebagai model "kelas Opus." Namun data benchmark menunjukkan cerita yang berbeda. Di papan peringkat multi-domain agregat, Grok 4.5 berada di posisi ke-9 dengan skor 76,3—tertinggal jauh dari GPT-5.6 Sol, Claude Fable 5, dan Gemini 3.1 Pro. Skor coding Grok 4.5 bahkan menjadi yang terendah di papan tersebut, hanya 68,6.

Di benchmark LiveBench, keluarga Grok hanya mencapai posisi terbawah dari tier teratas—posisi yang sama dengan model China open-source yang harganya hanya sebagian kecil. Sementara di tolok ukur coding DeepSWE 1.1 yang mengukur kemampuan menyelesaikan isu GitHub nyata, Grok 4.5 mencetak 53% berbanding 70% milik Claude Fable 5.

Bahkan ada masalah benchmark saat peluncuran. Cursor, startup coding yang diakuisisi SpaceX, mengungkapkan dalam catatan kaki bahwa cuplikan awal basis kode mereka sendiri secara tidak sengaja masuk ke data pelatihan Grok 4.5—basis kode yang sama yang digunakan untuk pengujian internal. Metrik itu akhirnya dikeluarkan dari perbandingan publik.

Musk Akui Kelemahan, Beralasan Sebagian Besar Tugas Tak Perlu Kemampuan Tertinggi

Musk sendiri tidak membantah kesenjangan kemampuan tersebut. "Sejujurnya, Fable jelas lebih baik dari Grok 4.5, tetapi sebagian besar tugas tidak membutuhkan kemampuan setingkat Fable," tulisnya di platform X. Keunggulan Grok 4.5 memang ada di harga: biaya per tugas sekitar USD 0,13, jauh lebih murah dibandingkan USD 1,57 untuk Claude Fable 5.

Namun keputusan ini menuai kritik. Secara struktur korporasi, Tesla adalah perusahaan publik yang terpisah dari SpaceX maupun xAI. Para pemegang saham Tesla memiliki kepentingan sendiri yang tidak selalu sejalan dengan ekosistem bisnis Musk. Memaksa insinyur menggunakan produk yang lebih buruk hanya karena dimiliki CEO mereka sendiri masuk dalam kategori self-dealing—praktik yang dipertanyakan secara etika bisnis.

Alternatif yang Lebih Masuk Akal: Hosting Mandiri Model Open-Weight

Jika pengendalian biaya benar-benar menjadi perhatian utama, ada solusi yang lebih baik ketimbang memaksa semua orang beralih ke Grok. Model open-weight saat ini mampu memberikan 90-95 persen kemampuan model frontier dengan biaya yang jauh lebih rendah. Model seperti DeepSeek-V4 dan GLM-5.2 tersedia untuk dijalankan di server internal Tesla.

Dengan menjalankan model di perangkat keras yang sudah dimiliki, biaya marjinal hanya tinggal listrik dan komputasi teramortisasi—tanpa tagihan per token ke pihak mana pun, termasuk perusahaan milik CEO sendiri. Langkah ini akan menyelesaikan masalah pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas alat yang digunakan para insinyur.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks