KALIMANTAN TENGAH — LRT Jabodebek memperpanjang uji coba perjalanan keberangkatan awal pukul 05.30 WIB dari Stasiun Dukuh Atas BSI hingga akhir Oktober 2026. Perpanjangan ini menyasar penumpang Kereta Cepat Whoosh yang butuh akses lebih awal ke Stasiun Halim. Jadwal baru berlaku pada 12–17, 19–24, dan 26–31 Oktober 2026.
Perpanjangan uji coba ini menjadi kelanjutan evaluasi layanan jam sibuk pagi yang sebelumnya dijalankan LRT Jabodebek. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan pihaknya ingin mendapatkan gambaran lebih menyeluruh soal kebutuhan perjalanan masyarakat pada pagi hari.
Menurut Radhitya, uji coba juga ditujukan untuk mengoptimalkan konektivitas antarmoda, terutama antara LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh.
Jadwal dan Waktu Tempuh ke Stasiun Halim
Perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas BSI dijadwalkan tiba di Stasiun Halim sekitar pukul 05.54 WIB. Dengan jadwal keberangkatan pertama Kereta Cepat Whoosh pukul 06.25 WIB, penumpang memiliki waktu sekitar 31 menit sejak estimasi kedatangan LRT di Halim.
Jeda itu dimaksudkan memberi ruang bagi penumpang untuk berpindah moda, melewati pemeriksaan, dan menyelesaikan persiapan keberangkatan sesuai ketentuan Kereta Cepat Whoosh. LRT Jabodebek mengimbau masyarakat memperhitungkan waktu perpindahan antarmoda agar tidak tertinggal kereta lanjutan.
Siapa yang Diuntungkan
Penumpang yang paling merasakan manfaat jadwal ini adalah mereka yang mengejar Kereta Cepat Whoosh pada jam pertama. Tanpa perjalanan awal pukul 05.30 WIB, akses menuju Stasiun Halim pada pagi buta bergantung pada moda lain yang belum tentu selaras dengan jadwal Whoosh.
Radhitya menegaskan hasil evaluasi selama masa uji coba akan menjadi bahan pertimbangan pengembangan layanan. "Melalui uji coba ini, kami ingin memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan akses lebih awal menuju Stasiun Halim," ujarnya.
Bagi penumpang rutin, kepastian jadwal ini juga memudahkan perencanaan perjalanan harian, terutama yang berangkat dari kawasan Dukuh Atas dan sekitarnya menuju kawasan Halim.
Rencana Setelah Masa Uji Coba
Belum ada keterangan apakah jadwal pukul 05.30 WIB akan ditetapkan permanen setelah 31 Oktober 2026. LRT Jabodebek menyatakan keputusan akhir bergantung pada hasil evaluasi kebutuhan penumpang selama periode uji coba.
Masyarakat diminta memperhatikan jadwal perjalanan selama masa uji coba dan merencanakan perjalanan dengan cermat. Perpanjangan ini menegaskan posisi LRT Jabodebek sebagai penghubung utama menuju simpul transportasi Halim, sejalan dengan upaya integrasi antarmoda di kawasan Jakarta Timur.