Pencarian

Isuzu Erga FCEV dan Toyota Sora: Bus Hidrogen Isi Ulang 10 Menit

Selasa, 06 Oktober 2026 • 21:10:01 WIB
Isuzu Erga FCEV dan Toyota Sora: Bus Hidrogen Isi Ulang 10 Menit
Bus hidrogen Isuzu Erga FCEV dan Toyota Sora generasi baru dikembangkan bersama untuk operasional transportasi umum.

KALIMANTAN TENGAH — Isuzu dan Toyota resmi meluncurkan bus hidrogen hasil pengembangan bersama yang bisa menempuh lebih dari 300 km dengan pengisian bahan bakar hanya sekitar 10 menit. Mengusung nama Isuzu Erga FCEV dan Toyota Sora generasi baru, kendaraan ini menyatukan platform bus listrik lantai rata milik Isuzu dengan sistem fuel cell Toyota, menyasar operasional transportasi umum Jepang sekaligus menekan emisi karbon.

Sistem penggerak bus ini menghasilkan tenaga gabungan 299 PS (295 hp) dan torsi 970 Nm, sementara unit fuel cell-nya menyuplai tenaga maksimum 113 kW atau setara 154 PS. Kombinasi itu menempatkan bus ini di kelas tenaga yang setara bus diesel besar, tapi tanpa emisi gas buang dari knalpot.

Dari sisi kapasitas, ada tiga tangki hidrogen bertekanan tinggi yang masing-masing berkapasitas 157 liter. Jarak tempuh lebih dari 300 km per pengisian disebut memenuhi persyaratan operasional bus dengan rute tetap di Jepang.

Platform Isuzu, Sistem Fuel Cell Toyota

Isuzu Erga FCEV dan Toyota Sora generasi baru dibangun di atas platform bus listrik berbasis baterai (BEV) dengan lantai rata sepenuhnya. Sistem fuel cell Toyota ditempatkan ringkas di bagian atap, memakai tumpukan fuel cell yang lebih kecil plus tangki hidrogen baru yang dikembangkan khusus untuk kendaraan komersial.

Cara kerjanya: listrik dihasilkan dari reaksi kimia antara hidrogen di dalam tangki dan oksigen dari udara. Listrik itu lalu menggerakkan motor bus. Tidak ada proses pembakaran, jadi satu-satunya "sisa" adalah uap air.

Spesifikasi Utama

  • Tenaga motor gabungan: 299 PS (295 hp)
  • Torsi: 970 Nm
  • Tenaga maksimum fuel cell: 113 kW atau 154 PS (152 hp)
  • Tangki hidrogen: tiga unit bertekanan tinggi, masing-masing 157 liter
  • Waktu pengisian hidrogen: sekitar 10 menit
  • Jarak tempuh: lebih dari 300 km

Isi Ulang 10 Menit, Masalah Klasik Bus Listrik Terjawab?

Angka 10 menit itu poin yang paling sering disorot dari proyek ini. Sebagai perbandingan, bus listrik berbasis baterai dengan kapasitas setara biasanya butuh waktu pengisian jauh lebih lama, apalagi kalau memakai charger standar. Untuk operator bus yang mengandalkan rute tetap dan jadwal ketat, waktu isi ulang yang mendekati bus diesel konvensional jelas mengubah hitungan operasional.

Jarak lebih dari 300 km juga disebut sudah memenuhi kebutuhan bus rute tetap di Jepang. Artinya, untuk sekali pengisian, bus bisa menuntaskan tugas harian tanpa harus kembali ke depo di tengah jalan.

Fungsi Cadangan Saat Bencana

Selain mengangkut penumpang, bus ini dirancang bisa berfungsi sebagai sumber daya listrik darurat saat terjadi bencana. Ini masuk akal karena sistem fuel cell pada dasarnya pembangkit listrik bergerak, dan Jepang memang rutin menghadapi situasi darurat gempa maupun cuaca ekstrem.

Yang Perlu Diperhatikan

Isuzu dan Toyota belum menyebut harga maupun target volume produksi kedua model ini. Infrastruktur stasiun pengisian hidrogen juga masih jadi variabel besar, tidak hanya di Jepang tapi lebih-lebih di pasar lain. Tanpa jaringan pengisian yang memadai, keunggulan waktu isi ulang 10 menit sulit dimanfaatkan secara penuh.

Untuk konteks Indonesia, bus hidrogen masih jauh dari realitas operasional karena stasiun pengisian hidrogen komersial belum tersedia. Kehadiran Isuzu Erga FCEV dan Toyota Sora lebih relevan dibaca sebagai arah teknologi Toyota dan Isuzu di segmen kendaraan komersial, bukan sebagai produk yang langsung bisa dibeli operator bus dalam negeri.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks