PANGKALAN BUN — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar upacara adat sebagai rangkaian peringatan hari jadi ke-67. Prosesi berlangsung di Balai Sembaga Mas, Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, dan dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar bersama jajaran Forkopimda Provinsi.
Agustiar menilai tradisi adat punya fungsi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, upacara adat menjadi ruang untuk mengenang jasa para leluhur dan tokoh pendahulu yang meletakkan fondasi pembangunan Kotawaringin Barat.
Upacara Adat sebagai Ruang Syukur dan Penghormatan Leluhur
Gubernur menyebut prosesi adat sebagai bentuk syukur atas perjalanan daerah selama 67 tahun. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kata dia, harus tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Upacara adat ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk syukur dan penghormatan atas jasa leluhur serta tokoh-tokoh pendahulu Kabupaten Kotawaringin Barat," jelas Agustiar.
Ia mengingatkan kemajuan daerah tidak semestinya membuat warga meninggalkan identitas budayanya. Sebaliknya, nilai lokal mesti dijaga agar tetap relevan menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Nilai Huma Betang dan Belom Bahadat Diminta Tetap Diterapkan
Agustiar mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kearifan lokal Kalimantan Tengah, termasuk nilai Huma Betang dan Belom Bahadat. Nilai Huma Betang mengajarkan pentingnya hidup bersama dalam keberagaman, saling menghormati, menjaga persatuan, serta menyelesaikan persoalan melalui kebersamaan.
"Budaya bukan warisan masa lalu, tetapi kekuatan memenangkan masa depan," tutur Agustiar.
Menurutnya, nilai budaya tidak cukup hanya ditampilkan dalam upacara adat atau perayaan hari jadi. Penerapannya harus terlihat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Kalau nilai-nilai luhur ini terus kita jaga dan kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, insyaallah kita mampu membangun Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera untuk menuju Indonesia Emas 2045," ujar Agustiar.
Bupati Nurhidayah Sebut 67 Tahun sebagai Modal Menghadapi Tantangan
Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah menyatakan perjalanan Kobar hingga usia ke-67 tidak terlepas dari kontribusi para pendiri daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak yang mendorong pembangunan. Berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah saat ini, kata dia, merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun para pendahulu.
"Terima kasih atas dedikasi dan dukungan semua pihak, khususnya masyarakat Kobar. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Ibu Gubernur, serta jajaran Forkopimda Provinsi yang terus memberikan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Nurhidayah.
Momentum hari jadi ini menjadi kesempatan melihat kembali perjalanan daerah sekaligus memperkuat semangat bersama menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Usia 67 tahun dinilai menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan fondasi kuat, sejalan dengan pelestarian identitas, kebersamaan, dan nilai budaya masyarakat.