Pencarian

3.434 Hektare Lahan di Kapuas Terbakar Sepanjang Januari-September 2026, Mantangai Paling Parah

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:30:01 WIB
3.434 Hektare Lahan di Kapuas Terbakar Sepanjang Januari-September 2026, Mantangai Paling Parah
Petugas memantau titik panas karhutla di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.

Satgas Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas mencatat 3.434,12 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga September 2026. Kecamatan Mantangai menjadi wilayah paling parah dengan 1.903,15 hektare, disusul Dadahup 309,9 hektare dan Kapuas Timur 196,5 hektare. Selain luasan, jumlah kejadian karhutla juga tinggi, mencapai 352 kejadian dengan 30.200 titik panas terpantau.

KUALA KAPUAS — Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menyampaikan data tersebut di Kuala Kapuas, Kamis. Ia merinci luas lahan terbakar di sejumlah kecamatan lain, mulai dari Kapuas Murung 146,3 hektare, Kapuas Barat 91,35 hektare, Basarang 85,6 hektare, hingga Kapuas Hulu yang hanya dua hektare.

Dua kecamatan, yakni Kapuas Kuala dan Tamban Catur, tercatat belum memiliki luasan lahan terbakar berdasarkan data Satgas Posko Induk hingga September 2026.

Mantangai Sumbang 55 Persen dari Total Lahan Terbakar

Dari total 3.434,12 hektare, Kecamatan Mantangai menyumbang 1.903,15 hektare atau lebih dari separuh luasan yang terbakar di Kabupaten Kapuas. Angka itu jauh meninggalkan kecamatan lain seperti Dadahup 309,9 hektare dan Kapuas Timur 196,5 hektare.

Wilayah dengan luasan terkecil berada di Kecamatan Kapuas Hulu dengan dua hektare, disusul Mandau Talawang 6,5 hektare dan Pasak Talawang 10 hektare.

Titik Panas Naik Tipis pada September 2026

Jumlah hotspot yang terpantau sepanjang Januari-September 2026 mencapai 30.200 titik. Pada September, terjadi kenaikan tipis dari 14.789 menjadi 14.816 hotspot dibandingkan bulan sebelumnya.

“Untuk September ini, ada peningkatan titik panas yang semula pada bulan lalu 14.789 menjadi 14.816 hotspot,” jelas Pangeran.

Kecamatan Mantangai kembali mencatat titik panas terbanyak pada September dengan 7.589 titik. Disusul Kecamatan Timpah 2.331 titik dan Dadahup 566 titik panas.

Pemkab Kapuas Fokus di Wilayah Rawan

Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas serta mengantisipasi dampak kekeringan dan asap terhadap masyarakat.

Dengan 352 kejadian tercatat dalam sembilan bulan, Kapuas menjadi salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang paling terdampak musim kemarau 2026. Warga di Kecamatan Mantangai, Dadahup, dan Timpah menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi paparan asap jika titik panas tidak segera ditangani.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks