Pencarian

Bupati Lamandau Tekankan Kemampuan Komunikasi bagi Bidan dan Petugas Pelayan Publik di Desa

Kamis, 01 Oktober 2026 • 07:29:02 WIB
Bupati Lamandau Tekankan Kemampuan Komunikasi bagi Bidan dan Petugas Pelayan Publik di Desa
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi aparatur pelayan publik.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi bagi setiap aparatur pelayan publik, termasuk tenaga kesehatan seperti bidan yang bertugas di wilayah perdesaan. Penekanan itu disampaikan Bupati di Nanga Bulik dengan menyoroti peran strategis bidan dalam pembangunan bidang kesehatan. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan menjunjung tinggi etika profesi dan memberikan pelayanan dengan hati yang tulus.

NANGA BULIK — Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menilai kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bekal wajib bagi aparatur pelayan publik. Menurutnya, keterampilan itu kian krusial bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah perdesaan.

Ia menyoroti kehadiran tenaga kesehatan hingga ke pelosok sebagai hal yang tidak bisa dilepaskan dari kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komunikasi yang baik, kata Bupati, menentukan seberapa jauh layanan kesehatan bisa diterima warga desa.

Mengapa Komunikasi Jadi Kunci bagi Bidan di Desa

Bupati menegaskan posisi bidan tidak sekadar menjalankan tugas medis. Profesi ini disebutnya memiliki peran strategis dalam pembangunan bidang kesehatan di daerah.

"Terutama bagi yang bertugas di desa, kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak sangat penting karena kehadiran tenaga kesehatan hingga ke pelosok merupakan anugerah bagi masyarakat," jelasnya.

Pernyataan itu menempatkan komunikasi sebagai bagian dari kompetensi pelayan publik, bukan pelengkap. Bagi tenaga kesehatan di desa, kemampuan menjalin hubungan dengan warga dan lintas instansi menentukan kelancaran layanan harian.

Kompetensi Akademik Saja Tidak Cukup

Bupati Lamandau menyebut tenaga kesehatan dituntut menguasai lebih dari sekadar kompetensi akademik dan keterampilan klinis. Keduanya harus berjalan seiring dengan etika profesi dalam setiap pelayanan.

"Junjung tinggi etika profesi, dan memberikan pelayanan dengan hati yang tulus," pintanya.

Pesan itu diarahkan langsung kepada tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan, termasuk bidan di desa-desa. Etika profesi ditempatkan sebagai standar yang tidak bisa ditawar dalam melayani masyarakat.

Pelayanan Kesehatan hingga Pelosok Jadi Prioritas

Kehadiran tenaga kesehatan hingga ke pelosok disebut sebagai bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Pemerintah Kabupaten Lamandau menempatkan hal itu sebagai salah satu fokus pembangunan daerah.

Dengan menekankan komunikasi dan etika profesi, Bupati berharap kualitas pelayanan kesehatan di wilayah perdesaan terus terjaga. Bidan di desa menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga setiap hari.

Follow www.kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks