Hiswana Migas Sampit membagikan 1.000 masker kepada warga di lokasi Car Free Day Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyusul kualitas udara yang masih berstatus berbahaya akibat asap karhutla. Pembagian masker menyasar warga yang tetap beraktivitas di luar rumah. Aksi ini melengkapi bantuan peralatan pemadaman yang sebelumnya disalurkan organisasi tersebut ke sejumlah instansi penanggulangan kebakaran.
SAMPIT — Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sampit turun langsung ke lokasi Car Free Day Taman Kota Sampit untuk membagikan 1.000 masker. Langkah itu diambil karena kualitas udara di wilayah ini masih menunjukkan status berbahaya akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua DPC Hiswana Migas Sampit, Seruyan, dan Katingan, Axcel Arfriando Narang, menyebut pembagian masker sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap warga. Menurut dia, warga yang beraktivitas di luar rumah perlu perlindungan tambahan dari dampak asap karhutla.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami membagikan masker agar warga yang beraktivitas di luar rumah dapat lebih terlindungi dari dampak asap akibat karhutla," kata Axcel, Minggu.
Rangkaian Bantuan Sebelumnya: Pompa hingga Dukungan untuk Pemadam Swadaya
Pembagian masker bukan aksi tunggal. Sebelumnya, Hiswana Migas Sampit menyalurkan bantuan peralatan mesin pompa kepada BPBD Kotawaringin Timur, pemadam swadaya di Sampit, serta BPBD Seruyan.
Bantuan peralatan itu digunakan untuk mendukung proses pemadaman di lapangan. Axcel menilai karhutla tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah dan petugas pemadam. Dunia usaha dan organisasi yang berada di tengah masyarakat, kata dia, juga perlu ambil bagian.
Kualitas Udara Sampit Masih Berstatus Berbahaya
Bendahara DPC Hiswana Migas Sampit, Yusran, menambahkan bahwa masker diharapkan membantu warga terhindar dari penyakit akibat asap yang bercampur debu karhutla. Kondisi udara di Sampit saat ini, menurut dia, masih berstatus berbahaya.
"Ini bentuk kepedulian kami. Alhamdulillah kegiatan ini disambut positif masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat," ujar Yusran.
Pembagian masker di area CFD dipilih karena lokasi tersebut ramai dikunjungi warga pada akhir pekan. Warga yang berolahraga dan beraktivitas di ruang terbuka menjadi kelompok yang paling terpapar asap dan debu.
Harapan Warga: Karhutla Segera Teratasi dan Udara Membaik
Axcel berharap bantuan yang diberikan membawa manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan warga tetap menjaga kesehatan dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
"Kami berharap kondisi karhutla segera teratasi dan kualitas udara kembali membaik. Yang terpenting, masyarakat tetap menjaga kesehatan dan berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah," ujar Axcel.
Hingga pembagian masker berlangsung, status udara berbahaya di Sampit belum dicabut. Warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker dan mengurangi waktu paparan asap.