SAMPIT — Abdul Hafid menegaskan penanganan darurat harus jadi prioritas sebelum pembangunan permanen digulirkan. Menurutnya, sekolah adalah fasilitas vital yang berperan mencetak generasi penerus, sehingga tidak boleh dibiarkan terbengkalai terlalu lama.
Kebakaran melanda kompleks SMAN 1 Cempaga pada Minggu 27 September 2026 sekitar pukul 02.45 WIB. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku hampir dua jam. Dugaan sementara, korsleting listrik jadi pemicunya.
Ruang Kelas XII hingga Laboratorium Ikut Terbakar
Sejumlah bangunan dilaporkan terdampak. Ruang kelas XII, ruang laboratorium, dan ruang guru termasuk yang paling parah terkena jilatan api.
Hafid menekankan agar guru dan siswa tetap bisa menjalankan aktivitas pendidikan dengan baik. Ia tidak ingin proses belajar mengajar terganggu dalam waktu lama hanya karena lambatnya tindak lanjut.
"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kegiatan pembelajaran tidak terhambat. Jangan sampai guru dan siswa menjadi korban akibat keterlambatan penanganan. Harus segera ada tindak lanjut sehingga proses pendidikan bisa tetap berjalan," katanya.
DPRD Dorong Alokasi Anggaran Pembangunan Kembali
Selain penanganan darurat, Hafid meminta pemerintah provinsi menyiapkan anggaran untuk membangun kembali fasilitas yang rusak. Menurutnya, bangunan SMAN 1 Cempaga sudah berdiri cukup lama dan butuh perhatian lebih.
Ia menyoroti sejumlah fasilitas yang selama ini belum tersentuh rehabilitasi, termasuk pagar sekolah yang sejak awal pembangunan belum pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi.
"Kami juga akan mendorong adanya alokasi anggaran untuk pembangunan kembali SMAN 1 Cempaga," ungkap mantan Ketua PWI Kotim tersebut.
Koordinasi dengan Disdik Kalteng Jadi Kunci
Hafid memastikan akan memperjuangkan kebutuhan pembangunan sekolah melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Ia berharap Kadisdik Kalteng merespons persoalan ini dengan cepat.
"Saya yakin Kadisdik Kalteng memiliki perhatian besar terhadap sektor pendidikan dan akan merespons persoalan ini dengan cepat," tandasnya.
Kepada para guru dan peserta didik, Hafid meminta tetap optimistis menghadapi musibah tersebut. Proses pendidikan di SMAN 1 Cempaga diharapkan bisa segera pulih tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.