KALIMANTAN TENGAH — Seorang pengguna laptop gaming ASUS ROG Zephyrus M16 melaporkan performa perangkatnya anjlok drastis akibat liquid metal pada CPU bocor dan merusak heatsink. Setelah dibersihkan dan diganti thermal paste GD900, suhu prosesor turun, crash hilang, dan frame rate game dilaporkan melonjak hingga tiga kali lipat. Kasus ini menyoroti risiko jangka panjang pendingin logam cair pada laptop high-end, terutama setelah masa garansi berakhir.
Liquid metal yang keluar dari area CPU membuat Core i9-12900H mengalami thermal throttling parah, sehingga laptop beberapa kali restart sendiri saat dipakai bermain game. Pemilik perangkat akhirnya membongkar sendiri unitnya dan menemukan korosi pada bagian heatsink. Bagian pelindung CPU nyaris ikut terkikis akibat material konduktif tersebut.
Keluhan ini pertama muncul di forum Reddit, tempat pemilik laptop gaming melaporkan suhu yang terus naik disertai penurunan frame rate. Gejala awal terlihat dari game yang berjalan tidak stabil, lalu perangkat mati dan menyala ulang tanpa peringatan. Setelah dibongkar, sumber masalahnya ada pada liquid metal yang sudah keluar dari jalur aplikasinya.
Material itu menyebar ke area heatsink dan memicu korosi. Bagian pelindung CPU hampir terkikis, memperbesar risiko korsleting di dalam board. Pemilik kemudian membersihkan sisa liquid metal dan menggantinya dengan thermal paste GD900.
Lonjakan performa bukan berasal dari keunggulan thermal paste biasa. Menurut laporan tersebut, penyebab utamanya adalah liquid metal bermasalah yang membuat Core i9-12900H bekerja di bawah suhu optimal. Prosesor akhirnya menurunkan clock secara agresif demi mencegah panas berlebih.
Setelah thermal paste terpasang, suhu kembali normal dan throttling berkurang. Crash dilaporkan menghilang, sementara frame rate naik hingga tiga kali lipat dibanding kondisi terburuk. Angka ini menunjukkan seberapa besar dampak sistem pendingin yang gagal terhadap performa laptop gaming kelas atas.
ASUS memakai liquid metal pada sejumlah laptop gaming dan mengklaim telah merancang sistem anti-bocor plus proses aplikasi otomatis untuk menekan risiko. Perusahaan juga mengingatkan pengguna agar tidak membongkar modul liquid metal sendiri karena sifatnya konduktif dan bisa memicu korsleting.
Kasus di Reddit ini tidak bisa digeneralisir sebagai kelemahan semua perangkat ber-liquid metal. Namun, risiko korosi dan kebocoran cenderung meningkat seiring pemakaian, terutama pada unit yang sudah lewat masa garansi.
Bagi pemilik laptop gaming yang mengalami gejala serupa, mengganti liquid metal dengan thermal paste disebut sebagai salah satu solusi yang layak dicoba. Langkah ini relevan untuk perangkat yang sudah tidak lagi ditanggung garansi resmi.
Yang perlu ditekankan, penggantian sebaiknya dilakukan teknisi berpengalaman. Liquid metal bersifat konduktif, sehingga sisa material yang tidak dibersihkan sempurna berpotensi merusak komponen di sekitarnya. Pengguna di Indonesia yang memakai laptop gaming kelas atas bisa mempertimbangkan servis berkala untuk memeriksa kondisi sistem pendingin sebelum masalah muncul.