Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan, BLT Kartu Huma Betang Sejahtera, dan distribusi air bersih di Kabupaten Sukamara di tengah kemarau panjang dan ancaman karhutla. Sebanyak 868 keluarga penerima manfaat menerima bantuan tunai Rp250 ribu per KPM dalam kegiatan yang dipusatkan di kantor Bupati Sukamara. Kunjungan itu sekaligus memastikan kebutuhan warga di lapangan, bukan sekadar mengandalkan laporan jajaran pemerintahan.
SUKAMARA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan penanganan dampak kemarau panjang dan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung kondisi warga Sukamara dan memimpin penyaluran bantuan di kantor Bupati Sukamara.
Agustiar menyebut kunjungan lapangan penting untuk memastikan kebutuhan warga benar-benar terpetakan. Ia tidak ingin hanya bersandar pada laporan tertulis dari jajaran pemerintahan.
"Saya tidak ingin hanya mengandalkan laporan dari jajaran pemerintahan, tetapi perlu melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan," katanya di Sukamara, Senin.
Untuk kegiatan yang dipusatkan di kantor bupati, bantuan tunai program KHBS disalurkan kepada 868 keluarga penerima manfaat dengan nilai Rp250 ribu per KPM. Pemerintah juga menyerahkan 2.500 paket bantuan pangan kepada masyarakat.
Setiap paket berisi beras lima kilogram, gula satu kilogram, dan minyak goreng satu liter. Selain itu, sebanyak 2.300 liter air bersih didistribusikan, disertai pemberian masker, vitamin, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Di wilayah Pantai Lunci, pemerintah menyalurkan 1.000 paket bantuan pangan. BLT KHBS di wilayah itu diberikan kepada 164 penerima dengan nilai Rp250 ribu per KPM.
Bantuan diserahkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat akibat dampak karhutla. Agustiar menyebut penanganan karhutla tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Penguatan sarana pemadaman menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan itu. Penyediaan sumur bor disebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung penanganan karhutla.
"Harapan saya sumur bor itu bisa difungsikan dua fungsi, satu untuk air bersih dan satu untuk pemadaman," ujarnya.
Bupati Sukamara Masduki menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian pemerintah provinsi, terutama di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla.
"Pemerintah Kabupaten Sukamara bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan karhutla secara terpadu melalui patroli, pemantauan titik panas, sosialisasi pencegahan hingga pemadaman," jelasnya.
Masduki berharap perhatian dan dukungan Pemprov Kalteng dapat memperkuat penanganan karhutla serta pelayanan kepada masyarakat Sukamara. Rangkaian kunjungan itu juga mencakup pertemuan dengan warga di wilayah Pantai Lunci.