KALIMANTAN TENGAH — Kontingen Indonesia menutup Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di peringkat ke-16 dengan koleksi 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Cabang bulu tangkis menjadi penyumbang medali terbanyak dengan enam keping, disusul wushu lima perunggu dan sepak takraw empat medali.
Perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu resmi ditutup pada 4 Oktober 2026. Raihan 39 medali membawa Pasukan Merah Putih melampaui target yang dipatok Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang sebelumnya hanya menetapkan empat keping emas.
Lima medali emas yang diraih Indonesia datang dari bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Kemenpora menyebut para peraih emas ini akan diproyeksikan sebagai fondasi pembinaan jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Bulu tangkis menutup turnamen dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Kepingan emas pertama direngkuh dari nomor beregu putra, yang diwarnai comeback dramatis dari tertinggal 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas China.
Emas kedua disumbangkan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Keduanya menumbangkan ganda elite China, Liang Weikeng dan Wang Chang, lewat pertarungan rubber game 19-21, 21-13, 21-18.
Medali perak bulu tangkis dicatatkan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah. Sementara tiga perunggu datang dari Fajar Alfian/Muh. Shohibul Fikri, Alwi Farhan, serta tim beregu putri.
Wushu membuntuti di urutan kedua dengan lima medali perunggu. Tiga di antaranya berasal dari nomor sanda melalui Fereddy Sinaga, Bintang Reindra Nada Guitara, dan Thania Kusumaningtyas.
Dua perunggu lainnya disumbangkan nomor taolu changquan lewat aksi Seraf Naro Siregar dan Eugenia Diva Widodo. Skuad wushu menorehkan sejarah sebagai penyumbang medali perdana bagi Indonesia pada hari-hari awal turnamen.
Arena sepak takraw melengkapi tiga besar lumbung medali dengan satu perak dan tiga perunggu. Perak diraih dari nomor quadrant putra setelah meladeni perlawanan sengit tim Jepang di laga final.
Tiga perunggu diamankan melalui nomor team regu putra, team regu putri, serta quadrant putri. Barisan atlet muda ini mencatatkan efisiensi 100 persen dengan menyapu bersih medali pada seluruh empat nomor yang diikuti.
Kemenpora memastikan seluruh cabang penyumbang medali akan menjadi fondasi pembinaan jangka panjang. Talenta emas dari bulu tangkis, wushu, dan sepak takraw disiapkan secara matang menuju panggung Olimpiade Los Angeles 2028.