SAMPIT — Kebakaran yang terjadi pada Minggu (27/9/2026) dinihari menghanguskan sekitar enam ruangan SMA Negeri 1 Cempaga. Dugaan awal, api dipicu korsleting listrik. Lokasi sekolah berada di Jalan Tjilik Riwut Km 28, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dampak musibah ini membuat 270 siswa kehilangan ruang belajar. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung lokasi pada Sabtu (3/10/2026) untuk memastikan penanganan berjalan cepat.
Agustiar menyatakan pembangunan fasilitas sekolah akan segera dimulai. Pemerintah provinsi menargetkan prosesnya berjalan pada tahun ini juga.
"Segera kami akan bangun. Di situasi genting ini, kita harus gerak cepat," tegas Gubernur di sela-sela peninjauan.
Pernyataan itu menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk tidak menunda pemulihan fasilitas pendidikan pascakebakaran. Sekolah yang terdampak berada di kawasan Cempaga, salah satu wilayah dengan akses terbatas menuju pusat kota Sampit.
Selama proses pembangunan berlangsung, Gubernur meminta kegiatan belajar mengajar tetap dijalankan. Ruangan yang tidak terdampak api diarahkan dimanfaatkan untuk menampung aktivitas siswa.
Kebijakan ini diambil agar 270 siswa tidak kehilangan hari belajar terlalu lama. Pengaturan jadwal dan penempatan kelas diserahkan kepada pihak sekolah bersama dinas terkait.
Peninjauan Gubernur didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Kalteng. Kehadiran sejumlah pejabat daerah menunjukkan penanganan kasus ini melibatkan koordinasi lintas instansi.
Pemprov Kalteng belum merinci besaran anggaran maupun jadwal pasti pembangunan. Namun Gubernur menekankan prioritas utama adalah percepatan pemulihan ruang belajar bagi siswa.
Warga Cempaga berharap pembangunan kembali SMA Negeri 1 Cempaga berjalan sesuai janji, mengingat sekolah ini menjadi satu-satunya SMA negeri di kawasan tersebut.