PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalteng Juni Gultom menyatakan paket senilai Rp8 miliar sudah dapat difungsikan masyarakat. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan ruas yang bisa segera dilewati kendaraan.
Sementara paket Rp7 miliar diarahkan hingga Desa Telaga dan batas sungai menuju Kampung Melayu. "Untuk paket kedua saat ini masih dalam tahap pengerjaan sampai batas sungai arah Kampung Melayu," kata Juni di Kasongan.
Juni menyebut pembukaan jalan diprioritaskan pada ruas yang langsung memberi manfaat bagi warga. Paket pertama yang sudah rampung kini berfungsi sebagai jalur penghubung awal menuju kawasan hilir Katingan.
Pemprov Kalteng memastikan pembukaan ruas Kereng Pakahi-Kampung Melayu masuk kewenangan pemerintah provinsi. Pelaksanaan di lapangan berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti.
Pembangunan ruas tersebut akan dilanjutkan pada 2027. Setelah jalan terbuka dan berfungsi, pembangunan jembatan serta infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap.
"Yang penting kita buka dulu agar fungsional dan bisa dilewati masyarakat. Tahun depan akan kita lanjutkan kembali, dari Desa Telaga kemudian diarahkan ke seberang dan selanjutnya menuju Kampung Melayu," ujar Juni.
Pemprov Kalteng juga mengkaji pengembangan jalur Hantipan yang selama ini menjadi akses alternatif warga di wilayah hilir Katingan. Jalur itu direncanakan menghubungkan wilayah Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Katingan.
Kajian masih berlangsung, terutama soal perbedaan ketinggian antara wilayah Mentaya dan Hantipan yang bisa mencapai sekitar 10 meter saat musim kemarau. "Ini perlu kita pelajari dan desain terlebih dahulu agar pada saat pelaksanaan nanti tidak menimbulkan kendala," kata Juni.
Kondisi kawasan yang terdapat hutan lindung turut menjadi pertimbangan. Bentuk penanganan jalur tersebut, baik melalui pengerukan, pelebaran, maupun pembangunan akses jalan, masih akan dibahas lebih lanjut.
Pembukaan ruas Kereng Pakahi-Kampung Melayu dipastikan terus dilanjutkan secara bertahap. Tujuannya agar akses masyarakat menuju Kampung Melayu semakin terbuka dan konektivitas wilayah hilir Katingan membaik.