Kapolres Barito Selatan Kerahkan Tiga Pilar Desa Antisipasi Karhutla, 70 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:03:02 WIB
Kapolres Barito Selatan memimpin apel kesiapsiagaan personel dalam upaya pencegahan karhutla.

BUNTOK — Polres Barito Selatan menempatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah desa sebagai ujung tombak pencegahan karhutla. Kapolres AKBP Eko Mardianto meminta setiap informasi sekecil apa pun soal potensi kebakaran segera dilaporkan dan ditangani.

Menurut Eko, penanganan karhutla tidak bisa hanya bergantung pada upaya pemadaman ketika api sudah muncul. Pencegahan, deteksi dini, kecepatan respons, kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, hingga penegakan hukum harus berjalan terpadu.

Wilayah Gambut Jadi Perhatian Khusus

Jajaran Polres Barsel diminta memberi perhatian lebih pada lahan gambut dan lokasi rawan karhutla. Eko menjelaskan kebakaran di lahan gambut punya karakteristik berbeda karena api dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah.

Kondisi itu membuat proses pemadaman butuh kesiapan peralatan dan sumber air. Keberadaan embung, pompa, selang, kendaraan, serta sarana pendukung lain harus dipastikan siap digunakan setiap saat.

Patroli dan edukasi ke masyarakat terus diperkuat untuk mencegah pembakaran lahan. "Kita tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan. Pendekatan persuasif tetap kita kedepankan, namun apabila ditemukan unsur kesengajaan dan memenuhi unsur pidana, akan dilakukan penegakan hukum," ujarnya.

Dua Laporan Polisi Ditangani

Polres Barito Selatan telah menangani dua laporan polisi terkait karhutla. Eko menegaskan proses penegakan hukum dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti serta mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Tidak ada toleransi terhadap pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara melawan hukum. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Seluruh jajaran juga diminta memastikan kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana penanggulangan karhutla. "Jangan sampai kita memiliki personel tetapi tidak memiliki peralatan, atau memiliki peralatan tetapi tidak siap digunakan," katanya.

Pemeriksaan terhadap personel, pompa, selang, kendaraan, sumber air, alat komunikasi, dan sarana pendukung lain harus dilakukan berkala.

70.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Selain karhutla, Polres Barsel menaruh perhatian pada dampak kekeringan ekstrem, terutama kebutuhan air bersih dan kesehatan masyarakat. Polres bersama Polsek jajaran telah menyalurkan sekitar 70.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Penyaluran dilakukan antara lain di Desa Makatir, Desa Lehai, Dusun Pinungku, dan Dusun Simpang Telo, Kecamatan Dusun Hilir. Kegiatan itu disertai bakti kesehatan bagi masyarakat.

Eko menegaskan penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, TNI, pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat.

Empat Prinsip Penanganan Karhutla

Dalam menghadapi karhutla, Kapolres menekankan empat prinsip yang harus menjadi pedoman seluruh jajaran. Prinsip itu mencakup deteksi cepat, bergerak cepat, padamkan cepat, dan cegah agar tidak terulang.

  • Deteksi cepat — memantau hotspot, informasi masyarakat, serta titik rawan dan segera melakukan verifikasi.
  • Bergerak cepat — mengaktifkan tiga pilar dan unsur terkait untuk melakukan respons awal.
  • Padamkan cepat — mengerahkan personel dan sarana prasarana terdekat dengan tetap mengutamakan keselamatan.
  • Cegah agar tidak terulang — melalui penguatan patroli, edukasi, pemantauan pascapemadaman, dan penegakan hukum.

"Intinya, kita harus bekerja dengan prinsip: deteksi cepat, bergerak cepat, padamkan cepat, dan cegah agar tidak terulang," pungkasnya.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: kaltengekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top