PALANGKA RAYA — Universitas Palangka Raya (UPR) mengukuhkan 1.267 lulusan dari berbagai jenjang dalam prosesi wisuda di Palangka Raya. Rektor UPR Prof Dr Salampak MS Aseang Eng mengatakan para lulusan telah menuntaskan perjalanan akademik dan diharapkan menerapkan ilmunya untuk menjawab kebutuhan pembangunan.
"Hari ini merupakan puncak dari perjalanan akademik yang panjang, buah dari kerja keras dan doa yang akhirnya mengantarkan anak-anak kita menuju gerbang masa depan," kata Salampak seusai mengukuhkan para lulusan.
Dari total lulusan, sebanyak 1.172 orang menamatkan program sarjana (S1), 92 orang program magister (S2), dan tiga orang program doktor (S3). Salampak menyebut capaian itu sebagai bagian dari komitmen UPR menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan.
"Kelulusan ini merupakan wujud komitmen, dedikasi, dan pertanggungjawaban akademik UPR kepada masyarakat dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.
Wisuda kali ini juga mencatat lulusan yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema itu memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan pengalaman kerja.
Sebanyak 137 lulusan program sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menuntaskan studi lewat jalur RPL. Selain itu, terdapat 18 lulusan magister dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta 19 lulusan magister dari Program Pascasarjana yang mengikuti skema serupa.
"RPL menjadi bagian dari komitmen UPR dalam memberikan akses pendidikan yang lebih inklusif dengan mengakui pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya sebagai bagian dari capaian akademik," katanya.
Di luar capaian akademik, Salampak mengingatkan para lulusan soal persoalan lingkungan yang masih dihadapi Kalimantan Tengah, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para lulusan diharapkan berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Kontribusi itu mencakup peningkatan kesadaran masyarakat, edukasi mitigasi bencana, hingga dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan.
"Kondisi terkini menuntut kepedulian dan tindakan nyata dari kita semua. Kita harus menjadi yang terdepan dalam membangun kesadaran mitigasi bencana, mengedukasi masyarakat, dan merumuskan kebijakan pelestarian lingkungan," demikian Salampak.