Mobil China Berpeluang Masuk AS, Industri Otomotif Paman Sam Terancam

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 28 September 2026 | 11:10:01 WIB
Anggota Kongres dari Partai Demokrat menuntut pembatasan merek mobil China tetap dipertahankan di Amerika Serikat.

KALIMANTAN TENGAH — Rencana Donald Trump membuka pintu bagi produsen mobil China ke Amerika Serikat memicu penolakan keras dari politisi dan pelaku industri otomotif setempat. Lebih dari dua lusin anggota Kongres dari Partai Demokrat mengirim surat menuntut pembatasan terhadap merek China tetap dipertahankan. Isu ini mencuat jelang pertemuan Trump dengan Xi Jinping yang kabarnya dihadiri pendiri BYD dan CATL.

Ketegangan ini bukan tanpa dasar. Trump sebelumnya menyatakan terbuka terhadap produsen mobil China asalkan produksi dilakukan di dalam negeri AS. Pernyataan itu langsung menuai kecaman dari produsen mobil, dealer resmi, hingga pemasok yang beroperasi di Amerika.

Siapa yang Menolak dan Mengapa

Lebih dari dua lusin anggota Kongres dari Partai Demokrat mengirim surat resmi kepada Trump. Mereka meminta agar pembatasan terhadap produsen mobil China tetap dipertahankan tanpa kompromi.

"Ini bukan lagi masalah partisan," ujar Senator Elissa Slotkin dari Michigan, dikutip dari CNBC. "Ini tentang apakah kita ingin memproduksi mobil di Amerika dan apakah kita ingin memiliki basis manufaktur yang dapat beradaptasi saat dibutuhkan. Jika kita menginginkan hal itu, kita tidak boleh membiarkan mereka masuk ke negara kita."

Slotkin menyampaikan pernyataan itu di tengah gelombang penolakan yang datang dari berbagai pihak. Produsen mobil domestik, dealer, dan pemasok komponen di AS menilai kehadiran merek China akan menggerus basis manufaktur mereka.

BYD dan CATL di Jamuan Kenegaraan

Yang membuat pertemuan ini kian penting adalah daftar tamunya. Pendiri BYD Wang Chuanfu dan pendiri produsen baterai CATL Robin Zeng disebut akan hadir dalam jamuan kenegaraan untuk Xi Jinping.

Michael Dunne, pakar industri otomotif China dan mantan eksekutif General Motors, menilai kehadiran kedua tokoh itu menunjukkan betapa seriusnya kunjungan Xi bagi industri otomotif AS. CEO GM Mary Barra juga diperkirakan hadir, bersama CEO Tesla Elon Musk dan sejumlah eksekutif AS lainnya.

Menariknya, Ford memilih bungkam soal kehadirannya dalam pertemuan tersebut. Sikap ini berbeda dengan produsen lain yang justru terbuka menyampaikan kekhawatiran mereka.

Kekhawatiran yang Sama di Kongres

Para pakar industri dan pengamat menyuarakan hal serupa dengan produsen mobil dan anggota parlemen. Pembahasan RUU bipartisan di Kongres yang bertujuan melarang produsen mobil China beroperasi di AS menjadi pemicunya.

Kampanye penolakan ini muncul saat produsen mobil China gencar berekspansi ke luar pasar domestik. Eropa serta Amerika Tengah dan Selatan menjadi target utama mereka.

Kekhawatiran di kalangan produsen global bukan tanpa alasan. BYD dan Geely, yang mendapat subsidi besar dari pemerintah China, dianggap bisa membanjiri pasar global dan menekan harga kendaraan.

Pangsa Pasar China Meroket 2020–2025

Dunne memperingatkan produsen mobil China bakal "dengan cepat menguasai industri otomotif Amerika, sama seperti yang kini sedang melanda Eropa." Pernyataan itu ia tulis dalam sebuah unggahan yang dikutip CNBC.

Data mendukung peringatan tersebut. Riset GlobalData mencatat pangsa pasar mobil China melonjak dari 14,1 persen pada 2020 menjadi 23,6 persen pada 2025.

Dunne menggambarkan situasi di pasar domestik China sebagai perang harga yang sengit. Puluhan produsen terlibat dan kerugian terjadi di mana-mana.

"Akses ke AS, yang sejauh ini merupakan pasar mobil paling menguntungkan di dunia, bagaikan tangki raksasa berisi oksigen penyelamat," tulisnya.

Yang Perlu Diperhatikan

Rencana Trump membuka pasar AS untuk mobil China masih sebatas wacana. Belum ada kepastian soal skema produksi dalam negeri yang ia maksud, termasuk insentif atau syarat lokalisasi yang akan diterapkan.

Sikap Kongres juga belum bulat. RUU bipartisan yang dibahas masih berjalan dan belum jelas kapan akan disahkan. Sementara itu, pertemuan Trump-Xi pekan ini menjadi indikasi awal seberapa serius kedua negara membahas isu ini.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top