Tabebuya di Gunung Malang Balikpapan Mekar, Mirip Sakura Jepang

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:11:31 WIB
Pohon tabebuya di Gunung Malang, Balikpapan, berbunga serentak dengan warna putih dan pink.

KALIMANTAN TENGAH — Puluhan pohon tabebuya di kawasan Gunung Malang, Balikpapan, Kalimantan Timur, sedang berbunga serentak dengan warna putih dan pink yang menyerupai sakura Jepang. Deretan pohon pelindung ini tersebar di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo hingga kawasan Karang Jati-Gunung Sari. Momen mekarnya tabebuya di musim kemarau membuat kawasan ini ramai diburu warga untuk berfoto.

Kawasan Gunung Malang di Balikpapan bukan tujuan wisata resmi. Namun saat tabebuya berbunga, jalanan di kawasan ini berubah jadi lorong warna yang membuat orang berhenti dan mengeluarkan ponsel. Bunga putih dan pink bermunculan di dahan pohon yang biasanya hanya jadi peneduh jalan.

Fenomena ini muncul di tengah musim kemarau yang membuat warga Balikpapan menghadapi kesulitan air dan antrean bahan bakar minyak. Tabebuya jadi semacam pelarian visual yang tidak perlu tiket masuk.

Di Mana Tabebuya di Balikpapan Bisa Dilihat

Jalan Mayjen Sutoyo di kawasan Gunung Malang jadi titik paling padat. Puluhan pohon tabebuya di sana berbunga serentak dengan warna putih dan pink.

Ruas lain yang juga ditanami tabebuya adalah Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani. Sepanjang Karang Jati sampai Gunung Sari didominasi tabebuya berbunga kuning dengan jumlah mencapai ratusan pohon.

Kompleks perumahan Balikpapan Baru dan Balikpapan Regency juga tidak ketinggalan. Di kluster deRoyale, tabebuya tumbuh di area hunian sehingga warga bisa menikmatinya setiap hari.

Jenis Tabebuya yang Berbunga di Balikpapan

Tabebuya punya nama ilmiah Handroanthus chrysotruchus dan berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil. Iklim tropis Indonesia membuat tanaman hias ini mudah beradaptasi dan menyebar ke berbagai kota.

Beberapa jenis tabebuya yang populer di Indonesia dibedakan dari warna bunganya yang menyerupai terompet:

  • Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus atau Tabebuia aurea) dengan bunga kuning cerah seperti matahari dan termasuk yang paling cepat mekar.
  • Tabebuya pink (Tabebuia rosea) yang sering disebut "sakura" karena gradasi warnanya dari pink muda hingga pink tua.
  • Tabebuya putih (Tabebuia roseo-alba atau Tabebuia pallida) dengan kelopak putih bersih atau putih keunguan yang memberi kesan elegan dan minimalis.
  • Tabebuya magenta dan ungu dengan warna lebih pekat, mencolok antara ungu terang hingga magenta.

Jakarta dan Surabaya lebih dulu menanam tabebuya. Di Surabaya, banyaknya tabebuya pink membuat kota itu mendapat julukan "Sakuranya Surabaya".

Kelebihan Tabebuya sebagai Pohon Pelindung

Selain bunganya yang rimbun, daun tabebuya tidak mudah rontok. Akarnya juga tidak merusak rumah atau tembok meski batangnya keras dan besar.

Menanam tabebuya terbilang mudah. Bisa lewat biji yang jatuh dari pohon, stek batang, atau membeli bibit di depot tanaman hias dan toko online.

Cara Dapat Bibit Tabebuya Gratis

Warga Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Tenggarong yang ingin bibit tabebuya gratis bisa datang ke Pusat Persemaian Mentawir, tidak jauh dari lokasi Ibu Kota Nusantara.

Persemaian seluas 120 hektare milik Kementerian Kehutanan itu diresmikan Presiden Jokowi pada 4 Juni 2024 untuk mendukung program forest city IKN. Fasilitas ini memproduksi 15 juta bibit pohon per tahun, termasuk bibit endemik seperti meranti, ulin, sungkai, kapur, tengkawang, dan bengkirai.

Bibit pohon pelindung dan buah-buahan juga tersedia, mulai jambu, mangga, durian, cempedak, manggis, pucuk merah, flamboyan, tanjung, salam, hingga tabebuya.

"Silahkan datang ke Mentawir, bibitnya kita kasih gratis," kata seorang petugas Persemaian Mentawir.

Bugenvil, Bunga Kertas yang Juga Mekar di Musim Kemarau

Selain tabebuya, bugenvil (Bougainvillea spectabilis) juga berbunga di musim kemarau. Tanaman ini banyak menghiasi pekarangan rumah dan median jalan di Balikpapan.

Bugenvil berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil, Peru, dan Argentina. Namanya diambil dari penjelajah Prancis Louis Antoine de Bougainville yang menemukannya di Brasil lalu membawanya ke Eropa pada abad ke-18.

Di Jalan Ahmad Yani, beberapa pot bugenvil tumbuh subur dengan bunga rimbun. Bugenvil juga ditanam di median jalan tol Samarinda-Balikpapan, meski sebagian terlihat mati saat melintas beberapa hari lalu.

Kelopak bugenvil tipis seperti kertas, karena itu tanaman ini disebut bunga kertas. Warnanya kini tidak hanya merah, tetapi juga putih dan kekuningan. Setidaknya ada sembilan jenis bugenvil populer, mulai Glabram, California Gold, Mrs Eva, Cherry Blossom, White, Orange Ice, Royal, Striata, sampai Vera Depp Purple.

Bagi traveler yang ingin melihat tabebuya berbunga, waktu terbaik adalah saat musim kemarau seperti sekarang. Tidak ada tiket masuk atau jam operasional khusus karena pohon-pohon ini tumbuh di ruang publik. Cukup melintasi Jalan Mayjen Sutoyo dan kawasan Gunung Malang pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan cahaya terbaik saat berfoto.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: berandaindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top