SAMPIT — Proses reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan tidak hanya berhenti pada pengawasan dan pembimbingan rutin. Bapas Kelas II Sampit meyakini bahwa kepedulian terhadap kebutuhan dasar turut menentukan keberhasilan mantan narapidana kembali ke tengah masyarakat.
Oleh karena itu, pada Senin (10/8/2026), Bapas Sampit menyalurkan bantuan sosial secara simbolis di kantor setempat. Bantuan ini menyasar klien yang tengah menjalani masa pembimbingan dan integrasi, dengan harapan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga semangat mereka untuk berubah.
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, menyebut bahwa pemberian bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah klien yang sedang berjuang memulihkan diri. Menurutnya, proses pembimbingan akan berjalan optimal jika kebutuhan psikologis dan sosial klien juga diperhatikan.
“Melalui bantuan ini, kami ingin memberikan dukungan kepada klien agar tetap semangat menjalani kehidupan dan proses pembimbingan. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin serta menjadi motivasi untuk terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Prayudha.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Bapas tidak memandang klien semata sebagai objek pengawasan, melainkan individu yang berhak mendapatkan pembinaan secara manusiawi.
Stigma negatif dan sulitnya mendapatkan pekerjaan kerap menjadi hambatan terbesar bagi klien pemasyarakatan untuk berintegrasi. Tanpa dukungan yang memadai, risiko mereka untuk kembali terjerat lingkaran kriminalitas semakin tinggi.
Prayudha menekankan bahwa pembimbingan teknis saja tidak cukup. Klien membutuhkan dorongan moral agar mampu menjalankan fungsi sosialnya kembali, menjaga hubungan baik dengan keluarga, serta menghindari perilaku yang berpotensi membawa mereka berhadapan lagi dengan hukum.
Penyaluran bansos ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Bapas Sampit dalam memberikan pelayanan yang responsif. Interaksi yang terbangun antara petugas dan klien diharapkan menciptakan lingkungan pembimbingan yang lebih terbuka, sehingga proses reintegrasi tidak sekadar menjadi tahapan administratif.
Melalui kombinasi pembimbingan, pengawasan ketat, dan kepedulian sosial yang berkelanjutan, Bapas Sampit menargetkan para klien mampu berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan. Ke depan, program serupa akan terus digalakkan untuk memastikan setiap klien memiliki kesempatan yang sama untuk membangun kehidupan baru yang lebih bertanggung jawab.