Investasi Pariwisata Tembus Rp39,68 Triliun, Ekonomi Tumbuh 5,29% di Tengah Lonjakan Turis Asing

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53:02 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian investasi pariwisata yang menembus Rp39,68 triliun pada semester I 2026.

KALIMANTAN TENGAH — Lonjakan Belanja Turis dan Okupansi Hotel

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian ini merupakan efek domino dari strategi pemerintah yang menggeser fokus promosi ke pasar-pasar potensial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan dari kawasan Asia lainnya tumbuh hampir 10 persen, sementara Asia Tenggara naik 8,22 persen dan Oseania meningkat 6,60 persen. Pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan laju kunjungan tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Tingkat okupansi hotel ikut terdongkrak 2,48 poin persentase menjadi 48,20 persen. Sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 10,60 persen, disusul transportasi dan pergudangan yang tumbuh 5,65 persen.

Kontribusi ke Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Selasa (11/8).

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026. Sektor terkait pariwisata—akomodasi, transportasi, jasa perusahaan, dan jasa lainnya—secara kolektif menyumbang 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan tersebut. Widiyanti menegaskan investasi di sektor ini tidak hanya membangun hotel atau destinasi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai pasok lokal.

Struktur Investasi: PMA Tumbuh Lebih Cepat dari PMDN

Realisasi investasi pariwisata semester I 2026 terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp12,19 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp27,48 triliun. PMA tumbuh signifikan, yaitu 37 persen, sementara PMDN hanya naik 9,39 persen.

Pergerakan wisatawan nusantara juga menjadi penopang utama, dengan total 630,41 juta perjalanan sepanjang Januari-Juni 2026. Angka ini naik 2,71 persen dibandingkan semester I 2025. Sebaliknya, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri justru turun 2,40 persen menjadi 4,46 juta perjalanan, menghasilkan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta perjalanan.

Proyeksi dan Dampak ke Depan

"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," jelas Widiyanti.

Dengan tren ini, pemerintah memandang pariwisata sebagai penggerak ekonomi yang melibatkan hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif. Widiyanti menambahkan, strategi pengembangan destinasi dan produk wisata yang berkualitas akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top