Wakil Bupati Kotim Irawati Turun ke Lokasi Karhutla, Ingatkan Personel Jaga Keselamatan di Lahan Gambut

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 18:13:31 WIB
Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Sampit, Senin (10/8/2026).

SAMPIT — Tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga mengancam keselamatan personel. Kondisi medan yang panas, asap pekat, dan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar di bawah permukaan membuat proses pemadaman menuntut kewaspadaan ekstra.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang turun langsung ke lokasi karhutla mengaku merasakan sendiri beratnya kondisi yang dihadapi para petugas. Ia menyebut panas tidak hanya terasa dari kobaran api, tetapi juga berasal dari bawah permukaan tanah gambut.

"Saya sendiri kemarin ikut merasakan bagaimana memadamkan api. Di bawah kaki itu panas sekali. Apalagi badan saya besar, langsung masuk hampir separuh. Karena itu memang perlu kehati-hatian," kata Irawati, Senin (10/8/2026).

Semangat Tinggi, tapi Keselamatan Jangan Dilupakan

Irawati mengapresiasi semangat para petugas yang tetap bekerja di tengah kondisi medan yang berat. Namun, ia menilai aspek keselamatan dan kesehatan personel harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, jangan sampai semangat memadamkan api membuat petugas mengabaikan kondisi fisiknya sendiri.

"Saya melihat sendiri bagaimana mereka bekerja dengan penuh semangat, tetapi tidak melihat bagaimana keselamatan mereka sendiri. Jadi saya juga mengingatkan, bagaimana kita bekerja tetapi juga perhatikan keselamatan diri sendiri. Karena kita juga punya keluarga di rumah yang menunggu," ujarnya.

Kebutuhan Konsumsi dan Pemeriksaan Kesehatan Disiapkan

Selain keselamatan, kebutuhan dasar para personel selama bertugas juga menjadi perhatian Irawati. Ia ingin memastikan ketersediaan makanan dan minuman bagi petugas tetap terjaga selama masa tanggap darurat karhutla. Energi personel cukup banyak terkuras selama melakukan pemadaman dalam waktu yang panjang.

"Kita tanggap darurat untuk Kabupaten Kotim, tetapi jangan sampai tidak memperhatikan apa yang menjadi keperluan mereka, terutama makan dan minum mereka," jelasnya.

Irawati bahkan sempat mengantarkan langsung minuman manis kepada personel yang sedang bertugas di lapangan. Ia juga menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi anggota Satgas Karhutla Kotim untuk memantau kondisi para personel yang setiap hari bekerja di tengah asap dan panas.

"Tentunya harus ada makanan dan minuman atau buah-buahan yang menyokong mereka bagaimana mereka bekerja," kata Irawati.

Ia menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari upaya memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan personel yang bertugas tetap aman dan sehat. Para personel memiliki tanggung jawab membantu masyarakat, tetapi mereka juga harus menjaga diri karena keluarga menunggu kepulangan mereka di rumah.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top