PALANGKA RAYA — Ribuan warga Palangka Raya memadati halaman Masjid Ar-Rasyid untuk mengikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama, Minggu (9/8). Kegiatan ini menjadi ajang bertemunya dua momentum besar: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran hadir langsung di tengah warga. Ia menyebut kegiatan ini istimewa karena memadukan dua nilai sekaligus, yakni keagamaan dan nasionalisme.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengapresiasi Pengurus Masjid Ar-Rasyid Palangka Raya yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kegiatan ini istimewa karena memadukan dua momentum, yakni menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia,” ujar Agustiar.
Di hadapan warga yang hadir, Agustiar mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat HUT ke-81 Republik Indonesia harus diwujudkan melalui persatuan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semangat HUT ke-81 Republik Indonesia perlu diwujudkan melalui persatuan, kebhinekaan, serta karya dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, khususnya nilai-nilai kedamaian, kepedulian sosial, kebersamaan, dan keteladanan,” jelasnya.
Pesan itu disampaikan di tengah suasana yang penuh kebersamaan. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi, mulai dari jalan santai hingga senam bersama.
Bagi Agustiar, jalan sehat dan senam bersama bukan sekadar aktivitas fisik. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dan membangun kesadaran menjaga kesehatan.
“Jalan sehat dan senam bersama ini tidak sekadar menjaga kebugaran, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga Kota Palangka Raya. Kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai Falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan kedamaian,” tutur Gubernur.
Falsafah Huma Betang yang dikenal sebagai filosofi hidup masyarakat Dayak ini memang kerap dijadikan landasan dalam berbagai kegiatan sosial di Kalimantan Tengah. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang terkandung di dalamnya dinilai relevan untuk menjaga keharmonisan masyarakat yang majemuk.
Agustiar berharap semangat yang tercipta dalam kegiatan ini tidak berhenti di lokasi acara. Ia ingin pola hidup sehat menjadi kebiasaan warga sekaligus memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong.
“Saya berharap semangat kebersamaan dan pola hidup sehat yang ditunjukkan dalam kegiatan ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan masyarakat Kalimantan Tengah yang sehat, kuat, produktif, berkah, maju, dan sejahtera,” pungkas Agustiar.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara nilai keagamaan, semangat nasionalisme, kesehatan masyarakat, dan kearifan lokal dapat dirajut dalam satu momentum sederhana. Warga yang hadir pun pulang dengan membawa pesan yang sama: menjaga persatuan dan hidup sehat.