274 Anak Usaha BUMN Dihapus, Telkom hingga Pupuk Indonesia Kena Pangkas

Penulis: Lukman Hakim  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:46:01 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan progres pemangkasan 274 entitas usaha dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden di Kalimantan Tengah.

KALIMANTAN TENGAH — Langkah besar tengah dijalankan pemerintah untuk merombak wajah korporasi pelat merah. BP BUMN bersama Danantara melaporkan progres pemangkasan jumlah entitas BUMN kepada Utusan Khusus Presiden dalam pertemuan pada Kamis (6/8/2026). Hingga kini, sebanyak 274 entitas telah menjalani proses streamlining atau penataan struktur.

"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Dony menegaskan program ini bukan sekadar penggabungan badan usaha, melainkan sebuah konsolidasi besar-besaran. "Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," jelasnya.

Telkom dan Pupuk Indonesia Pangkas Rantai Usaha

Sejumlah holding BUMN terbesar sudah masuk dalam daftar konsolidasi. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) misalnya, berencana memangkas 34 anak usahanya. Langkah serupa dilakukan Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG) yang akan meringkas ekosistem bisnisnya menjadi 12 entitas saja.

Di sektor agrokimia, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga melakukan penyederhanaan drastis dari 42 entitas bisnis menjadi 15 perusahaan. Dony mengungkapkan transformasi di tubuh Pupuk Indonesia sudah mulai terlihat hasilnya. Pada semester pertama tahun ini, perseroan membukukan laba Rp6,1 triliun.

"Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," ungkap Dony.

Mengapa Perampingan Ini Penting?

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan BUMN yang diarahkan untuk memperkuat daya saing. Dengan struktur yang lebih ramping, pemerintah berharap setiap perusahaan bisa fokus pada bisnis inti dan meningkatkan kinerja operasional. Efisiensi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional, sekaligus mengurangi tumpang tindih bisnis antar-BUMN.

Konsolidasi ini juga menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa pemerintah serius membereskan lini bisnis pelat merah. Dengan jumlah entitas yang lebih sedikit namun lebih sehat, pengawasan dan pengelolaan aset negara pun menjadi lebih mudah dan transparan.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top