RSUD dr Murjani Sampit Resmi Operasikan Cath Lab, 8.000 Pasien Jantung di Kotim Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06:01 WIB
RSUD dr Murjani Sampit resmi operasikan Cath Lab untuk penanganan penyakit jantung di Kotawaringin Timur.

SAMPIT — Rumah Sakit Umum Daerah dr Murjani di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mencatat sejarah baru di sektor kesehatan daerah. Fasilitas Cath Lab yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya resmi beroperasi dan telah melakukan tindakan intervensi non-bedah perdana pada Senin (29/6).

Kehadiran alat mutakhir ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan penanganan jantung bagi kabupaten-kabupaten tetangga di Kalimantan Tengah yang belum memiliki fasilitas serupa.

Lompatan Besar Setelah Tujuh Tahun Menanti

Bupati Kotim, H Halikinnor, menyebut operasional Cath Lab ini sebagai lompatan besar di sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa penantian panjang selama tujuh tahun akhirnya membuahkan hasil yang nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya RSUD dr Murjani berhasil melaksanakan tindakan Cath Lab perdana. Ini adalah lompatan besar di sektor kesehatan kita, karena masyarakat kini dapat memperoleh penanganan penyakit jantung tanpa harus repot keluar daerah,” ujar Halikinnor.

8.000 Pasien dan Kebutuhan 13-15 Tindakan Per Hari

Kebutuhan akan fasilitas ini sangat mendesak. Data RSUD dr Murjani mencatat terdapat lebih dari 8.000 pasien penyakit jantung di Kotim, di mana sebagian besar memerlukan tindakan intervensi segera seperti pemasangan ring akibat penyumbatan pembuluh darah.

“Dengan tingginya angka penderita jantung, kebutuhan tindakan Cath Lab diestimasikan mencapai 13 hingga 15 pasien setiap hari. Karena itu, kami sangat bersyukur layanan vital ini akhirnya dapat diwujudkan di Sampit,” papar Halikinnor.

Jejaring Pengampuan Nasional dan Regional

Peresmian operasional ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jejaring Pengampuan Cath Lab. RSUD dr Murjani resmi berafiliasi dengan dua rumah sakit pengampu.

RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya bertindak sebagai pengampu tingkat regional, sementara Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita menjadi pengampu nasional. Sinergi antara Pemkab Kotim, Pemprov Kalteng, dan Kementerian Kesehatan disebut sebagai kunci terealisasinya layanan berstandar nasional ini.

Putus Rantai Rujukan yang Membebani Biaya

Sebelum Cath Lab beroperasi, pasien jantung asal Kotim harus menempuh perjalanan jauh ke Palangka Raya, Banjarmasin, atau bahkan diterbangkan ke Pulau Jawa. Rantai rujukan yang panjang ini tidak hanya membuang waktu krusial penanganan pasien, tetapi juga membengkakkan biaya operasional keluarga.

Dengan beroperasinya Cath Lab di Sampit, beban biaya dan waktu yang selama ini dikeluhkan warga diharapkan bisa ditekan secara signifikan. Bupati Halikinnor menambahkan bahwa ke depan RSUD dr Murjani tidak hanya melayani warga Kotim, tetapi juga menjadi pusat rujukan bagi kabupaten tetangga di Kalteng.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: kaltengonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top