Tali Ember Putus saat Perdalam Sumur, Empat Warga Sukabumi Terjebak di Lubang Belasan Meter

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:48:31 WIB
Tim rescue evakuasi empat warga Sukabumi dari sumur sedalam belasan meter setelah tali ember putus.

KALIMANTAN TENGAH — Sebuah insiden penyelamatan di ruang terbatas terjadi di Kabupaten Sukabumi saat musim kemarau memicu krisis air bersih. Empat warga Kampung Bojong Koneng harus ditarik paksa dari lubang sumur sedalam belasan meter setelah tali pengikat ember timba putus dan menghantam salah satu dari mereka.

Kronologi: Ember Jatuh, Satu Orang Pingsan, Tiga Penolong Terjebak

Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Entis Sutisna (59) bersama rekannya, Farid, tengah mengeruk sumur yang mengering di pekarangan warga. Upaya memperdalam sumur untuk mendapatkan sumber air itu berubah mencekam 30 menit kemudian.

"Ember berisi tanah tersebut jatuh dan menghantam bagian kepala serta bahu Entis hingga membuatnya tak sadarkan diri di dasar sumur," kata Komandan Pos Damkar Cibadak, Iyep Yosepa.

Melihat situasi kritis, tiga warga setempat langsung turun ke lubang untuk menolong. Tanpa peralatan keselamatan yang memadai, mereka justru ikut terjebak bersama Entis di ruang gerak yang sangat sempit.

Evakuasi 30 Menit di Ruang Terbatas

Laporan darurat diterima aparat dari Babinsa dan kelurahan setempat pada pukul 14.30 WIB. Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi langsung bergerak ke lokasi, diperkuat personel dari Pos Cibadak, Pos Parungkuda, TNI, BPBD, relawan, dan warga.

"Begitu menerima berita pukul 14.30 WIB, tim rescue Damkar Pos 5 Cibadak dan Pos 4 Parungkuda langsung meluncur ke lokasi. Alhamdulillah, dalam waktu sekitar 30 menit penanganan, korban berhasil kita angkat," ujar Iyep.

Medan penyelamatan diakui menjadi tantangan utama. Lubang sumur yang sempit memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati agar tidak memperparah cedera korban.

"Kalau untuk hambatan, karena ini penyelamatan di ruang terbatas (confined space), jadi kami sedikit kesulitan dalam melaksanakan prosedur untuk mengangkat ataupun mengikat korban. Tapi kami upayakan sebaik dan secepat mungkin," jelas dia.

Korban Utama Dilarikan ke RS, Tiga Penolong Stabil

Operasi dinyatakan selesai total pada pukul 15.30 WIB. Seluruh korban berhasil dinaikkan ke permukaan dalam keadaan hidup. Entis Sutisna, yang menjadi korban utama, langsung mendapat suplai oksigen dari tim medis dan dilarikan ke RSUD Sekarwangi menggunakan ambulans untuk penanganan intensif.

Sementara itu, tiga warga lainnya yang ikut terjebak dilaporkan dalam kondisi aman dan stabil. Insiden ini menjadi pengingat keras akan bahaya bekerja di ruang terbatas tanpa prosedur keselamatan yang memadai, terutama di tengah desakan kebutuhan air bersih saat kemarau.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: berita.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top