PALANGKA RAYA — Tim gabungan Satreskrim dan Unit Identifikasi Polresta Palangka Raya mengikuti Lomba Olah Tempat Kejadian Perkara yang digelar di Gedung Graha Bhayangkara. Kompetisi ini menjadi instrumen untuk menguji respons cepat dan ketelitian personel dalam melaksanakan Tindakan Pertama di TKP (TPTKP).
Dalam simulasi tersebut, tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol didampingi Ipda Supriyanto dihadapkan pada kasus kompleks. Skenario yang diberikan adalah penanganan penemuan mayat yang terafiliasi dengan aktivitas pertambangan ilegal.
Proses dimulai dengan sterilisasi dan pengamanan TKP untuk menjaga status quo lokasi dari kontaminasi. Selanjutnya, tim melakukan identifikasi saintifik melalui rekonstruksi temuan fisik dan analisis hukum di lapangan secara struktural.
Salah satu poin yang menjadi keunggulan tim Polresta Palangka Raya adalah ketajaman dalam mengintegrasikan metode digital forensics. Barang bukti elektronik diperiksa dan dipadukan dengan bukti fisik yang ditemukan di lapangan.
Proses ini kemudian ditutup dengan penyusunan administrasi penyidikan secara cepat, valid, dan akuntabel. Kemampuan melakukan analisis hukum instan di lapangan menjadi krusial untuk menentukan konstruksi pasal pidana berdasarkan korelasi fakta-fakta yang ditemukan.
Kompetisi edukatif ini dinilai sebagai sarana strategis untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel. Tujuannya adalah menyajikan penegakan hukum yang ilmiah (scientific crime investigation), modern, dan tepercaya bagi masyarakat.
Melalui partisipasi ini, Polresta Palangka Raya tidak hanya menyemarakkan momentum Hari Bhayangkara ke-80. Ajang ini juga menjadi bukti kesiapan nyata dalam mewujudkan transformasi Polri yang Presisi di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah.